Logo Bloomberg Technoz

Produk Apple yang Satu Ini Rawan Sepi Peminat, Produksi Disunat

Farid Nurhakim
06 January 2026 12:45

Komponen hasil pembongkaran Vision Pro mixed reality (XR) dari Apple. (Bloomberg)
Komponen hasil pembongkaran Vision Pro mixed reality (XR) dari Apple. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Firma riset pasar International Data Corporation (IDC) memproyeksikan Apple hanya bakal mengirimkan 45.000 unit headset Vision Pro pada kuartal terakhir atau kuartal keempat (Q4) 2025, menurut laporan Financial Times. Pada 2024 lalu, data dari IDC menunjukkan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu menyuplai 390.000 perangkat headset berteknologi realitas virtual (virtual reality/VR) tersebut.

Melansir dari MacRumors, Selasa (6/1/2026) Financial Times memandang jumlah pengiriman Vision Pro lebih kecil dibandingkan dengan jutaan unit iPhone, iPad, dan MacBook yang terjual setiap kuartal. Salah satu perakit headset VR tersebut, Luxshare, tampaknya menyetop produksi perangkat itu pada awal 2025.

Menurut firma riset Sensor Tower, Apple kelihatannya sudah mengurangi pengeluaran terkait iklan digital untuk Vision Pro dengan lebih dari 95% selama 1 tahun terakhir di pasar-pasar utama, termasuk AS dan Inggris. Laporan ini pun mencatat perusahaan teknologi tersebut tak banyak berupaya untuk memperluas peluncuran internasional perangkat itu pada 2025.


“Biaya, bentuk fisik, dan kurangnya aplikasi asli VisionOS adalah alasan mengapa Vision Pro tidak pernah terjual secara luas,” kata Analis Morgan Stanley kepada Financial Times.

Sejak Vision Pro debut pada 2024 lalu, para kritikus telah menyoroti sejumlah kekurangan seperti berat perangkat, ketidaknyamanan selama penggunaan yang lama, dan terbatasnya daya tahan baterai.