Logo Bloomberg Technoz

Pemerintahan Trump menuduh Maduro sendiri sebagai dalang perdagangan narkotika Venezuela dari tingkat tertinggi pemerintahan. Tuduhan ini menjadi dasar dakwaan tahun 2020 selama pemerintahan pertama Trump. Pejabat AS menyebut Maduro, yang menjabat sejak 2013, sebagai pemimpin tidak sah yang menimbulkan ancaman keamanan nasional langsung bagi AS.

Dalam beberapa bulan terakhir, narasi ini mendasari operasi militer yang drastis: peningkatan jumlah kapal perang, pesawat terbang, dan pasukan di dekat Venezuela, serangan terhadap kapal-kapal di Karibia dan Pasifik yang menurut AS dioperasikan oleh kartel, serangan rahasia terhadap fasilitas yang diduga untuk perdagangan narkoba, dan blokade terhadap kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar dari negara tersebut.

Kemudian terjadilah serangkaian serangan udara terhadap Venezuela dan penangkapan Maduro dan istrinya pada 3 Januari.

Pemerintahan Trump mengatakan blokade—dan tindakan lain yang diambil untuk membatasi ekspor minyak Venezuela—tersebut memutus aliran pendapatan yang mendanai kelompok-kelompok penyelundupan narkoba.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, Trump juga memperjelas keinginannya untuk mengakses minyak Venezuela. "Kita akan mengambil kembali minyak yang sejujurnya seharusnya kita ambil kembali sejak lama," katanya setelah menangkap Maduro. Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Apa peran Venezuela dalam aliran narkoba ilegal ke AS?

Pada September 2025, Trump mengatakan kepada pejabat militer AS bahwa setiap kapal yang dicegat dari Venezuela membawa narkoba cukup banyak untuk membunuh 25.000 orang AS, menyebut pengiriman tersebut "kebanyakan fentanil dan narkoba lainnya juga."

Opioid sintetis fentanil menyumbang sekitar 48.000 dari 80.000 kematian akibat overdosis di AS pada 2024. Namun, otoritas AS mengatakan Venezuela berkontribusi kecil atau bahkan tidak sama sekali dalam aliran fentanil ke AS.

Fentanil hampir seluruhnya diproduksi di Meksiko, di mana kartel seperti Sinaloa dan Jalisco New Generation mensintesisnya menggunakan bahan kimia prekursor yang diimpor dari China. Meksiko juga merupakan eksportir utama narkoba tersebut ke AS.

Pemerintahan Trump juga menuding pemerintahan Maduro sebagai pemimpin salah satu jaringan perdagangan kokain terbesar di dunia. Kokain bertanggung jawab atas sekitar 22.000 kematian akibat overdosis di AS pada tahun 2024.

Peran Venezuela dalam perdagangan kokain lebih signifikan, tetapi masih terbatas. Menurut Kantor PBB untuk Narkotika dan Kejahatan, negara ini berfungsi sebagai pusat transit kokain yang ditanam dan diolah di Kolombia, Bolivia, dan Peru. Namun, hanya sebagian kecil kokain yang melewati rute Venezuela yang diyakini menuju AS. Badan Penegakan Narkoba AS mengungkap sebagian besar kokain yang masuk ke AS berasal dari Meksiko.

Mengapa Trump berargumen AS berhak atas minyak Venezuela?  

Perusahaan minyak AS adalah arsitek utama industri minyak Venezuela sejak seabad lalu, membangun negara tersebut menjadi pemasok utama AS. Industri ini dinasionalisasi pada pertengahan 1970-an dan dibuka kembali untuk investasi asing pada 1990-an.

Pendahulu Maduro yang berpengaruh, Hugo Chávez, menyita proyek-proyek minyak AS besar pada tahun 2007. Exxon Mobil Corp dan ConocoPhillips menarik diri dan kemudian memenangkan putusan arbitrase internasional atas penyitaan aset mereka.

Chevron merupaakan satu-satunya perusahaan minyak AS yang tetap beroperasi di Venezuela. Perusahaan berbasis di Houston saat ini memiliki lisensi terbatas dari Departemen Keuangan AS untuk beroperasi di empat usaha patungan dengan perusahaan milik negara, Petróleos de Venezuela SA.

Dalam unggahan media sosial pada 17 Desember, Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller menyebut penyitaan tersebut tidak adil bagi AS. "Keringat, kecerdikan, dan kerja keras AS menciptakan industri minyak di Venezuela," tulis Miller. "Penyitaan tirani ini merupakan pencurian kekayaan dan properti AS terbesar yang pernah tercatat."

Trump mengatakan setelah operasi pada 3 Januari, Venezuela "mencuri minyak kita. Mereka mengambil alihnya ... dan kita mengambil tindakan atas hal tersebut."

Apa lagi untung yang akan diperoleh pemerintahan Trump dengan mengakhiri rezim Maduro?

Pemerintahan Trump keberatan atas kehadiran sekitar 700.000 imigran Venezuela di AS yang menerima perlindungan yang mengizinkan mereka tinggal di era pemerintahan Presiden Joe Biden. Mereka merupakan bagian dari eksodus besar-besaran sekitar 7,7 juta orang yang dipicu oleh keruntuhan ekonomi Venezuela dan otoritarianisme di bawah kepemimpinan Maduro.

Pemerintahan Trump mengambil langkah dengan mencabut perlindungan imigran tersebut, tetapi menghadapi tantangan hukum. Jika kondisi di Venezuela membaik tanpa Maduro, kemungkinan besar banyak imigran akan kembali ke negara asal mereka, sehingga pemerintahan Trump tak perlu mengusir mereka secara paksa.   

Menjatuhkan Maduro juga sejalan dengan tujuan pemerintahan Trump untuk melemahkan pemerintahan komunis Kuba, prioritas terutama bagi Menteri Luar Negeri Marco Rubio, putra imigran Kuba.

Di bawah kepemimpinan Maduro, Venezuela mendukung ekonomi Kuba dengan minyak murah. "Jika saya tinggal di Havana dan berada di pemerintahan, saya akan khawatir," kata Rubio dalam konferensi pers setelah operasi AS menggulingkan Maduro.

(bbn)

No more pages