Logo Bloomberg Technoz

"Tapi, dengan perubahan kebijakan dari kami yang kemudian dibantu oleh bank sentral hari ini ekonomi kita berhasil recover dengan cukup baik," tutur dia.

"Harusnya ekonomi harus lari lebih cepat karena ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara kami dengan bank sentral yang sekarang sudah dibereskan. Jadi satu bulan terakhir sudah amat baik. Yang penting adalah ke depan dengan kebijakan yang semakin sinkron antara kami dengan bank sentral."

Adapun, hingga akhir November 2025, defisit APBN sendiri telah mencapai Rp560,3 triliun atau 2,35% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh lebih tinggi dibanding defisit APBN yang terjadi pada November 2024 yang hanya Rp402 triliun atau 1,82% terhadap PDB.

Hal itu tak lain dari realisasi penerimaan negara tercatat Rp2.351 triliun atau 82,1% dari target yang sebesar Rp2.865,5 triliun. Angka realisasi penerimaan negara juga lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni Rp2.492,5 triliun.

Sementara itu, realisasi belanja negara tercatat Rp2.911,8 triliun atau 82,5% dari target yang sebesar Rp3.527,5 triliun. Angka realisasi belanja negara juga lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni Rp2.894,5 triliun.

(dhf)

No more pages