Logo Bloomberg Technoz

Harga emas pun resmi naik lima hari beruntun. Selama lima hari tersebut, harga terdongkrak 2,72% secara point-to-point.

Kenaikan harga emas dunia ditopang oleh keyakinan investor bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve masih akan melonggarkan kebijakan moneter tahun depan. Ada harapan suku bunga acuan bisa turun lagi, setelah tahun ini dipangkas tiga kali masing-masing 25 basis poin (bps).

Pekan ini, akan ada rilis data ketenagakerjaan periode November pekan ini. Konsensus pasar memperkirakan perekonomian Negeri Paman Sam menciptakan 50.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) bulan lalu. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan 4,5%.

Jika terwujud, maka data tersebut memberikan konfirmasi bahwa pasar tenaga kerja AS masih lesu. Namun di sisi lain, belum sampai ambruk.

Oleh karena itu, sepertinya ekonomi AS butuh stimulus dari berbagai sisi. Termasuk moneter dengan penurunan suku bunga acuan.

“KIta sudah kembali ke rezim bahwa baik itu buruk dan buruk itu baik. Pemulihan pasar tenaga kerja, yang baik untuk ekonomi, tetapi akan menurunkan kemungkinan penurunan suku bunga acuan pada 2026,” sebut Michael Wilson, Strategist Morgan Stanley, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan terasa lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

(aji)

No more pages