Logo Bloomberg Technoz

Pertamina Drilling Perkuat Ekosistem Knowledge Management 2025


(Dok. PHE)
(Dok. PHE)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), perusahaan jasa pemboran minyak, gas, dan panas bumi di bawah Subholding Upstream Pertamina Hulu Energi, terus memperkukuh perannya sebagai pemain penting dalam industri layanan energi nasional. Salah satu pendorong utama transformasinya adalah pengembangan Knowledge Management (KM), yang kini menjadi dasar penting dalam meningkatkan keandalan operasi, keselamatan kerja, dan efisiensi biaya.

Selaras dengan arah transformasi bisnis Pertamina Group, Pertamina Drilling memandang pengetahuan sebagai aset strategis yang perlu dikelola secara sistematis, terukur, dan dapat diterapkan kembali di seluruh operasi rig dan proyek. Dengan pendekatan ini, berbagai pengalaman lapangan, inovasi teknis, dan temuan perbaikan terdokumentasi sebagai memori korporat yang terus berkembang.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa penguatan knowledge management tidak hanya sebatas aktivitas dokumentasi, tetapi juga menjadi motor penggerak keunggulan perusahaan di masa mendatang.

“Di industri pemboran yang berisiko tinggi, pengetahuan adalah energi baru. Semakin sering dibagikan, semakin besar dampaknya bagi keselamatan, efisiensi, dan produktivitas. Karena itu, Pertamina Drilling berkomitmen membangun budaya berbagi pengetahuan yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya saat pembukaan Drilling Innovation Forum (DIF 2025) 

Penguatan budaya berbagi pengetahuan diwujudkan Pertamina Drilling melalui penandatanganan MoU dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk UPN Veteran Yogyakarta, untuk kerja sama dalam sesi berbagi, riset terapan, program magang, dan pengembangan kompetensi SDM. Kolaborasi ini menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman operasional rig, sekaligus membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.

Salah satu inovasi penting adalah peluncuran D-Library, sebuah platform digital terpadu yang menghimpun seluruh referensi teknis, panduan keselamatan, best practice operasi rig, lesson learned, serta success story Continuous Improvement Program (CIP). Platform ini didukung fitur pencarian cepat, video pembelajaran, dan live chat dengan penyusun materi untuk memudahkan akses baik di rig maupun kantor.

Pertamina Drilling juga mengembangkan berbagai inisiatif berbagi pengetahuan, seperti Drilling Innovation Forum (DIF), sesi knowledge sharing rutin, dan Communities of Practice yang melibatkan engineer, teknisi, operator rig, serta fungsi pendukung. Aset pengetahuan berupa inovasi yang sebelumnya meraih penghargaan internasional turut dipamerkan, mendorong kolaborasi lintas fungsi agar solusi operasional dapat direplikasi lebih luas.

Selain itu, perusahaan mengoperasikan Indonesia Drilling Training Center (IDTC) sebagai pusat pelatihan berstandar global bagi tenaga kerja industri pemboran. IDTC menyediakan pelatihan teknis, simulasi operasi rig, modul keselamatan, dan pembelajaran berbasis studi kasus, memastikan tacit knowledge para ahli lapangan terdokumentasi dan diwariskan secara sistematis.

Untuk melengkapi ekosistem knowledge management, Pertamina Drilling menyediakan Komet Room—ruang khusus yang dilengkapi fasilitas live broadcasting, studio recording, dan podcast profesional. Fasilitas ini menjadi pusat pembuatan konten edukasi dan dokumentasi tacit knowledge sehingga penyebaran pengetahuan dapat dilakukan lebih efektif dan menarik.

Abimanyu Suryadi, VP Human Capital Pertamina Drilling, menegaskan bahwa berbagai inisiatif seperti D-Library, IDTC, CoP, dan kolaborasi akademik dibangun untuk menciptakan ekosistem pengetahuan terpadu yang memastikan pembelajaran lapangan menjadi aset guna meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan inovasi perusahaan.


“Dengan hadirnya D-Library, IDTC, CoP, dan kolaborasi akademik, Pertamina Drilling sedang membangun ekosistem pengetahuan yang lengkap dari penciptaan, dokumentasi, hingga distribusi. Target kami adalah memastikan setiap pembelajaran lapangan menjadi aset yang memperkuat keselamatan, efisiensi, dan inovasi di seluruh operasi perusahaan," tandasnya.

Ia menekankan bahwa penguatan Knowledge Management menjadi pilar penting bagi Pertamina Drilling untuk menjaga daya saing dan menjawab kebutuhan industri energi di masa mendatang.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PT Pertamina Drilling Services Indonesia terus membangun budaya inovasi berkelanjutan melalui program Knowledge Management dan Continuous Improvement. Dengan mengusung semangat “Empowering Drilling Innovation”, perusahaan berkomitmen menjadi penyedia layanan pengeboran yang unggul, andal, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan serta transisi energi nasional.