Secara umum, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut, meski narasumber yang mengetahui masalah ini mengatakan Ukraina-lah di balik dua serangan yang terjadi di Laut Hitam pada Jumat. Kapal yang dikelola Turki juga mengalami empat ledakan eksternal di dekat Senegal.
?MIDVOLGA-2 tankeri, Rusya'dan Gürcistan’a ayçiçek yağı yüklü olarak seyrederken kıyılarımızdan 80 mil açıkta saldırıya uğradığını bildirmiştir. Halihazırda 13 personelinde olumsuz durum olmayan geminin yardım talebi yoktur. Gemi, makineleri ile Sinop’a doğru seyir etmektedir. pic.twitter.com/Ov9tEeswEk
— DENİZCİLİK GENEL MÜDÜRLÜĞÜ (@denizcilikgm) December 2, 2025
Serangan hari ini terjadi meski Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengkritik insiden-insiden yang "mengkhawatirkan" tersebut mengancam keselamatan dan navigasi di perairan negaranya.
Kemenhub Turki mengatakan kapal Midvolga-2 belum meminta bantuan dan 13 awaknya selamat. Mereka menambahkan bahwa kapal tersebut berlayar menuju pelabuhan Sinop di Turki dengan menggunakan mesinnya sendiri.
Pemilik kapal, yang terdaftar sebagai Mazk Management berbasis di Moskwa dalam basis data maritim Equasis, belum menjawab permintaan untuk mengomentari laporan ini.
Selain serangan terhadap kapal, Ukraina juga menyerang sejumlah kilang minyak Rusia yang jumlahnya memecahkan rekor dan menyebabkan kerusakan parah pada pelabuhan minyak di Laut Hitam Rusia yang menangani minyak dari Kazakhstan.
Utusan khusus AS Steve Witkoff memimpin delegasi ke Rusia untuk membahas proposal terbaru untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Turki berusaha memposisikan diri sebagai mediator netral dalam konflik ini, menjadi tuan rumah perundingan damai di Istanbul, sambil menjual senjata ke Kyiv dan mengimpor minyak Rusia yang dihindari oleh sekutu NATO-nya. Baru-baru ini, Turki mulai membatasi pembelian minyak mentah akibat tekanan AS yang semakin besar.
(bbn)






























