Logo Bloomberg Technoz

Menurutnya, di tengah penyesuaian tersebut, fundamental permintaan tetap solid. Adapun seat load factor (SLF) meningkat sebesar 0,71% mencerminkan permintaan yang berkualitas serta pengelolaan rute profitability yang lebih disiplin dan terukur.

Sementara dari sisi komersial, passenger yield mengalami penurunan 10,7% yoy. Hal ini sejalan dengan strategi harga yang lebih kompetitif selama fase maintenance untuk menjaga momentum permintaan

Sebaliknya, cargo yield meningkat sebesar 9,85% yoy karena ditopang oleh kinerja segmen kargo yang kedepannya outlook market akan dioptimalkan.

Adapun pendapatan charter tumbuh sebesar 96,3% dan pendapatan lainnya tetap relatif stabil dengan kenaikan tipis 1,5%. 

“Jika kita melihat tren kuartal 2025, pendapatan menunjukkan tren kenaikan yang jelas. Setelah mencapai US$723 juta pada kuartal I, pendapatan pulih menjadi US$824 juta pada kuartal II dan terus meningkat menjadi US$842 juta pada kuartal II di tahun ini,” jelasnya

Terkait kesiapan armada, Direktur Teknik Garuda Indonesia Mukhtaris mencatat per November 2025 Garuda Indonesia mengoperasikan 58 pesawat yang terdiri dari 19 pesawat berbadan lebar serta 39 pesawat berlorong tunggal

Sementara, Citilink mengoperasikan 32 pesawat yang keseluruhannya merupakan pesawat berlorong tunggal. Dengan begitu, secara keseluruhan Garuda Indonesia Group mengoperasikan total 90 pesawat per November 2025.

(ain)

No more pages