Logo Bloomberg Technoz

Pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS pada 10 Desember 2025 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh HMETD, di mana setiap 50.831 saham lama setara dengan 3.646 HMETD.

Setiap satu HMETD memberikan hak membeli satu saham baru dengan harga Rp12.975 dan harus dibayar penuh saat pemesanan.

HMETD dapat diperdagangkan di dalam maupun luar Bursa Efek Indonesia selama 12–18 Desember 2025, dan setiap hak yang tidak digunakan pada 18 Desember 2025 dinyatakan tidak berlaku.

Truk proyek melintas dipembangunan kawasan PIK 2, Tangerang, Rabu, (2/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

PANI telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada 9 Oktober 2025 untuk menerbitkan saham baru dari portepel. Saham baru yang diterbitkan memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham lain yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

PT Multi Artha Pratama (MAP), pemegang 87,78% saham perusahaan, memperoleh 1,064 miliar HMETD. Dalam surat tanggal 26 November 2025, MAP menyatakan komitmen serta ketersediaan dana untuk mengeksekusi 385,36 juta HMETD atau 36,21% dari total haknya, dengan nilai pemesanan sekitar Rp5 triliun.

MAP juga menyampaikan kesanggupan membeli tambahan 450,33 juta saham baru, setara 42,31% dari total haknya, dengan nilai sekitar Rp5,843 triliun apabila terdapat sisa saham yang tidak diambil pemegang HMETD lainnya.

Apabila masih terdapat sisa saham setelah dialokasikan kepada pemegang saham yang melakukan pemesanan tambahan, pembeli siaga akan mengambil sebagian sisa tersebut hingga maksimal 228,68 juta saham dengan harga pelaksanaan.

Porsi tersebut mencakup maksimal 151,61 juta saham oleh PT BCA Sekuritas dan 77,07 juta saham oleh PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Kapasitas dana pembeli siaga didukung oleh konfirmasi sejumlah bank, antara lain PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank KEB Hana Indonesia, PT Bank Panin Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank SMBC Indonesia Tbk, serta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, berdasarkan surat tertanggal 10–11 November 2025.

Pemegang HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah, dan hak atas pecahan saham menjadi milik perusahaan untuk kemudian dijual, dengan seluruh hasil penjualan masuk ke rekening perusahaan. Saham baru yang tidak terserap dari seluruh proses alokasi, termasuk oleh pembeli siaga, tidak akan dikeluarkan dari portepel perusahaan.

Perusahaan menyampaikan bahwa pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi terdilusi maksimal 6,693%. Dalam prospektus dijelaskan bahwa perusahaan menghadapi risiko utama berupa ketergantungan pada entitas anak, dengan uraian faktor risiko tercantum dalam Bab VIII.

Seluruh rangkaian jadwal PMHMETD III telah ditetapkan, terdiri dari distribusi HMETD pada 11 Desember 2025, pencatatan HMETD pada 12 Desember 2025, perdagangan dan pelaksanaan HMETD pada 12–18 Desember 2025, penjatahan pemesanan tambahan pada 19 Desember 2025, pengembalian dana pemesanan tambahan pada 22 Desember 2025, serta pembayaran oleh pembeli siaga pada 23 Desember 2025.

(dhf)

No more pages