Negara-negara Eropa sebagian besar tidak diberi akses ke rincian pembicaraan, dan hanya dilibatkan dalam diskusi bilateral yang sangat membutuhkan masukan mereka saat ini, misalnya terkait penetapan jaminan keamanan dengan AS.
Meski Washington mengklaim ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Ukraina, negosiasi tetap menghadapi hambatan klasik: apa yang memuaskan Ukraina kemungkinan menjadi penghalang bagi Rusia, dan sebaliknya.
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan kembali pada Kamis bahwa tentara Ukraina harus mundur dari wilayah di Donetsk yang belum berhasil dikuasai Moskow secara paksa, tuntutan yang berulang kali ditolak Kyiv.
Kunjungan delegasi Ukraina ini terjadi pada saat yang sensitif, ketika Presiden Volodymyr Zelenskiy menghadapi tekanan domestik yang meningkat akibat skandal korupsi. Andriy Yermak, sekutu dekat dan kepala staf yang sebelumnya memimpin pembicaraan perdamaian, terpaksa mengajukan pengunduran dirinya pada Jumat lalu.
(bbn)



























