"Peta mitigasi akan disosialisasikan secara masif sebelum masa puncak liburan," ujarnya.
Menpar turut melibatkan Kementerian Perhubungan Kemenhub untuk memastikan akses transportasi menuju destinasi wisata tetap aman dan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan. Rekayasa rute dan opsi jalur alternatif disiapkan di beberapa koridor yang terdampak bencana.
Dari sisi kepariwisataan, Kemenpar mempercepat penyebaran informasi panduan keselamatan. Kampanye edukasi bertajuk #WisataAmanNataru akan diperluas melalui kanal digital, media sosial, baliho di pintu masuk destinasi, serta kerja sama dengan pelaku industri pariwisata, termasuk asosiasi hotel dan pengelola destinasi.
“Kami akan mengamplifikasi informasi keselamatan—bagaimana berwisata dengan aman saat Nataru, apa yang perlu dipersiapkan, dan bagaimana merespons cuaca ekstrem atau potensi bencana,” tambahnya.
Basarnas, menurut Menpar, akan menempatkan pos siaga di beberapa titik destinasi unggulan di Sumatra, seperti area pantai, pegunungan, dan lokasi wisata air yang rawan saat curah hujan tinggi maupun gelombang ekstrem. Industri wisata juga diminta memastikan SOP darurat berjalan baik.
(dec)































