“Kalau kita lihat di Jepang, dengan penduduk 100 juta lebih, jumlah pelatihnya jauh lebih banyak dari Indonesia. Kita harus percepat dan berani mengintervensi pelatih lokal untuk diberi kesempatan,” katanya.
Erick memberi contoh bahwa di Liga 2 seluruh tim saat ini ditangani pelatih lokal, tetapi di Liga 1 hanya tersisa satu pelatih lokal. Kondisi itu dinilai sebagai tantangan sekaligus ruang pembinaan yang harus dijaga.
Terkait proses seleksi pelatih kepala timnas, Erick menjelaskan bahwa keputusan final akan berada di tangan Komite Eksekutif (Exco) PSSI setelah menjalani mekanisme wawancara.
Begitu pula ketika disinggung mengenai kemungkinan pelatih dari Belanda atau sosok Geovanni. “Belum,” jawabnya singkat dalam beberapa kesempatan.
Proses seleksi diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa pekan mendatang. PSSI menegaskan akan mengedepankan kualitas, kebutuhan tim, serta arah pembinaan jangka panjang dalam menentukan pelatih kepala timnas yang baru.
(dec)





























