Logo Bloomberg Technoz

DMO Mau Diperlebar, Penambang Batu Bara Bersiap Pendapatan Rontok

Azura Yumna Ramadani Purnama
25 November 2025 10:20

Tambang batu bara. (Bloomberg)
Tambang batu bara. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Penambang batu bara mulai mewaspadai terjadinya penurunan pendapatan gegara wacana kenaikan porsi mandatori pasok domestik atau domestic market obligation (DMO) serta pemangkasan produksi pada 2026. 

Direktur PT ABM Investama Tbk. (ABMM) Hans Manoe menyatakan masih perlu menghitung dampak finansial dari wacana pelebaran porsi DMO batu bara dan pemangkasan produksi batu bara pada tahun depan.

Hans menyatakan akan mempertimbangkan apakah penurunan ekspor yang terjadi dapat terkompensasi dengan kenaikan harga batu bara di pasar global atau tidak, maupun menganalisis keuntungan yang bisa didapatkan dari penjualan batu bara domestik.


“Kami masih perlu menganalisis apakah penurunan volume ekspor batu bara akan dapat terkompensasi dengan kenaikan harga ekspor batu bara, apalagi bila dikaitkan dengan peningkatan volume penjualan domestik sementara harga batu bara domestik tetap tidak ada perubahan di US$70 per metrik ton,” kata Hans ketika dihubungi, Selasa (25/11/2025).

Dia menjelaskan struktur biaya perusahaan batu bara sangat didominasi oleh biaya tetap atau fixed cost, sehingga setiap perubahan pada volume penjualan dapat langsung memengaruhi kinerja perusahaan batu bara.