“Sekilas, kenaikan headline payrolls September terlihat meyakinkan, namun jika ditelaah lebih jauh, pertumbuhan lapangan kerja tetap rapuh dan terkonsentrasi sempit menjelang penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah,” kata Ekonom Senior EY-Parthenon Lydia Boussour dalam sebuah catatan.
Data terpisah pada Kamis menunjukkan jumlah pengajuan tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam tiga minggu pada periode yang berakhir 15 November, menurut Departemen Tenaga Kerja AS. Klaim lanjutan — indikator bagi mereka yang sudah menerima tunjangan — justru naik ke level tertinggi sejak akhir 2021 pada pekan sebelumnya.
“Saya memperkirakan hal ini berarti angka payrolls Oktober akan jauh lebih lemah,” ujar ekonom Citigroup Inc, Veronica Clark.
Laporan ketenagakerjaan September — yang seharusnya dirilis 3 Oktober — menjadi data besar pertama yang terlewat akibat penutupan pemerintahan. Namun karena pengumpulan data sudah selesai sebelum shutdown dimulai pada 1 Oktober, laporan tersebut menjadi salah satu yang pertama diterbitkan setelah pemerintahan dibuka kembali.
BLS mengatakan Rabu bahwa laporan ketenagakerjaan Oktober, yang dijadwalkan pada 7 November, tidak akan diterbitkan. Angka payrolls untuk bulan tersebut akan dimasukkan ke laporan November — yang dirilis 16 Desember, setelah pertemuan The Fed berikutnya. Namun statistik penting seperti tingkat pengangguran tidak akan termasuk, karena survei rumah tangga yang menjadi dasar data tersebut tidak dapat dikumpulkan selama penutupan pemerintahan dan tidak bisa dilakukan secara retrospektif.
Tingkat Partisipasi
Dengan perlambatan tajam imigrasi tahun ini, survei rumah tangga memberikan gambaran lebih jelas mengenai dinamika pasar tenaga kerja AS. Tingkat partisipasi — porsi penduduk yang bekerja atau mencari pekerjaan — naik ke level tertinggi dalam empat bulan pada September, terutama didorong oleh perempuan. Tingkat partisipasi pekerja usia 25–54 tahun atau prime-age workers bertahan di level tertinggi dalam setahun.
Sementara itu, jumlah pekerja paruh waktu karena alasan ekonomi turun paling tajam dalam setahun, dan proporsi pengangguran jangka panjang juga menurun. Payrolls sektor swasta meningkat pada September, menjadi yang tertinggi dalam lima bulan. Meski demikian, jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan secara permanen naik ke level tertinggi sejak akhir 2021.
“Meski datanya usang, laporan nonfarm payrolls September yang kuat tidak menambah alasan untuk memangkas suku bunga pada pertemuan FOMC 9–10 Desember. Kenaikan tingkat pengangguran mungkin menimbulkan tanda tanya, tetapi penyebabnya lebih karena meningkatnya partisipasi dibanding lemahnya penciptaan lapangan kerja,” tulis Anna Wong, Chris G. Collins, dan Eliza Winger dari Bloomberg Economics.
Laporan tersebut juga menunjukkan pertumbuhan upah per jam rata-rata bulanan menjadi yang terkecil sejak Juni, setelah revisi naik pada Agustus. Ekonom memberi perhatian khusus pada indikator ini karena kaitannya dengan belanja rumah tangga, yang kini semakin timpang karena hampir separuh total belanja dikontribusikan oleh warga AS berpenghasilan tertinggi.
Ke depan, meski angka payrolls Oktober akan dirilis, data itu diperkirakan tetap tidak akan memberikan gambaran yang jelas. Ekonom memperkirakan penurunan tajam pekerjaan di sektor pemerintahan, menyusul keluarnya para pegawai federal yang sebelumnya mengambil tawaran pengunduran diri yang ditunda.
(bbn)































