Logo Bloomberg Technoz

IHSG Hari Ini Berpotensi Lanjut Koreksi ke 8.300

Artha Adventy
19 November 2025 08:28

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tekanan pada perdagangan Rabu (19/11/2025), setelah ditutup melemah 0,65% ke level 8.361,93 pada Selasa (18/11/2025). Pelemahan tersebut berlangsung di tengah aksi jual yang kembali muncul serta tekanan dari koreksi bursa global dan regional, pelemahan rupiah, dan tekanan pada saham-saham komoditas emas.

Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam fase pelemahan dengan indikasi death cross pada MACD serta Stochastic RSI yang telah membentuk death cross di area overbought. Posisi IHSG yang ditutup di bawah MA5 membuat indeks berisiko melanjutkan penurunan menuju area support 8.300–8.325.

Tim Riset Phintraco Sekuritas juga menyebutkan Sektor energi memimpin penurunan pada perdagangan kemarin, sementara properti menjadi satu-satunya sektor yang membukukan kenaikan. Penurunan juga menekan saham-saham berbasis emas seiring lanjutan koreksi harga emas global serta rencana penerapan bea ekspor emas 7,5%–15% pada 2026.


Investor hari ini akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang menurut konsensus diperkirakan mempertahankan BI Rate di 4,75%.

Dari mancanegara, pasar turut menunggu rilis inflasi Inggris Oktober 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 3,6% secara tahunan (YoY), dari 3,8% pada September. Inflasi di kawasan Euro juga diprediksi melemah ke 2,1% YoY pada Oktober. Sementara dari Amerika Serikat, risalah rapat The Federal Reserve (FOMC Minutes) menjadi perhatian utama pelaku pasar.