Logo Bloomberg Technoz

Pakaian Impor Murah China Gerus Pasar RI, Menteri UMKM Respons

Mis Fransiska Dewi
17 November 2025 14:10

Petugas memusnahkan balpres pakaian bekas dengan mesin pencacah di PT PPLI, Bogor, Jumat (14/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas memusnahkan balpres pakaian bekas dengan mesin pencacah di PT PPLI, Bogor, Jumat (14/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pemerintah akan menindaklanjuti persoalan derasnya pakaian impor murah asal China yang dinilai menggerus produk UMKM dalam negeri. 

Dia menuturkan pembahasan soal banjirnya pakaian impor tanpa merek atau unlabeled, termasuk yang berasal dari Negeri Panda sudah ditindaklanjuti bersama jajaran lintas kementerian terkait.

“Mengenai barang-barang impor dari China yang masuk ke Indonesia. Tadi sudah kita bicarakan secara detail, secara intensif, dan kami sepakat bahwa nanti dari tim teknis akan menindaklanjuti pertemuan kita,” kata Maman saat konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Senin (17/11/2025).


Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus menertibkan pakaian bekas impor yang memang secara jelas aturannya dilarang. Namun juga akan memperketat barang impor dari China yang disebut menghantam UMKM.

“Produk-produk barang impor dari China yang menghantam atau mengkanibalisasi produk-produk UMKM kita, yang tanpa merek juga akan kita tindak lanjuti dan akan kita amankan. Detailnya nanti akan kita bicarakan di tim kita,” ujarnya.