Atraksi Pencak Silat Prajurit TNI Buat Kagum Raja Abdullah II
Redaksi
15 November 2025 20:07

Bloomberg Technoz, Jakarta - Atraksi pencak silat Merpati Putih yang ditampilkan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) sukses membuat Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein terpukau saat berkunjung ke Indonesia untuk bertemu Presiden RI Prabowo Subianto. Pertunjukan itu menampilkan kekuatan fisik, ketangkasan, serta disiplin tempur para prajurit yang tampil penuh percaya diri.
Aksi pembuka memperlihatkan kemampuan memecahkan tumpukan bata hebel menggunakan kepala oleh sejumlah prajurit laki-laki. “Bukan hanya jurus, para prajurit juga mampu memecahkan lima tumpukan bata hebel menggunakan kepala,” menjadi salah satu momen yang membuat Raja Abdullah II terlihat kagum dengan kemampuan tersebut.
Tidak hanya prajurit laki-laki, para prajurit perempuan juga turut menampilkan kemampuan luar biasa. Dengan penuh percaya diri, mereka mematahkan bilah besi hanya dalam satu kali tebas, baik menggunakan lengan maupun kaki. Beragam kemampuan bela diri ini menjadi bagian penting dari standar kesiapan prajurit TNI di berbagai medan tempur.
Atraksi pencak silat tersebut merupakan bagian dari demonstrasi kolaboratif antara TNI dan Angkatan Bersenjata Yordania dalam tema besar kontraterorisme. Pertunjukan dilaksanakan di Lapangan Tembak Brigif I Parako Korps Pasukan Gerak Cepat (Pasgat), Jakarta, pada Sabtu 15 November.
Selain bela diri, aksi penyerbuan menggunakan drone turut ditampilkan sebagai bentuk kemampuan modern kedua negara dalam strategi pertahanan. Seluruh demonstrasi disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II yang hadir mengenakan pakaian militernya, sementara Prabowo memilih pakaian safari krem.
Keduanya tiba menggunakan helikopter sekitar pukul 10.50 WIB dan disambut langsung oleh pimpinan TNI. Hadir dalam penyambutan tersebut antara lain Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kasau Marsekal M. Tonny Harjono, Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak, dan Kasal Laksamana Muhammad Ali.
Suasana semakin meriah ketika siswa-siswi SD, SMP, dan SMA menyambut kedatangan kedua pemimpin negara sambil mengibarkan bendera Indonesia dan Yordania. Momen ini menunjukkan kehangatan publik di tengah agenda pertahanan yang penuh nilai strategis.
Penguatan Hubungan Militer Melalui Latihan dan Pendidikan
Usai seluruh rangkaian demonstrasi, Raja Abdullah II dan Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada para prajurit TNI dan Angkatan Bersenjata Yordania. Keduanya menyalami prajurit yang terlibat dalam pertunjukan sebelum bertolak menuju Bandara Halim Perdanakusuma.
Acara tersebut turut dihadiri pejabat tinggi Indonesia, seperti Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Bakom Angga Raka Prabowo. Delegasi resmi dari Yordania juga ikut mendampingi Raja Abdullah II.
Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Yordania telah berlangsung lama dan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan kolaboratif. Di antaranya pengiriman tim TNI ke King Abdullah Special Operations Training Center untuk mengikuti latihan tempur sub-urban serta pelatihan tactical air traffic control.
Sebaliknya, Yordania juga mengirim perwira menengahnya untuk menempuh program pendidikan di Lemhannas RI. Indonesia pun telah mengirim prajuritnya ke Yordania untuk memperdalam kerja sama militer terutama dalam pengembangan teknologi drone, yang menjadi fokus kedua negara dalam menghadapi ancaman modern.
Demonstrasi atraksi bela diri dan simulasi kontraterorisme ini memperlihatkan kedalaman hubungan strategis antara Indonesia dan Yordania. Selain menampilkan profesionalisme militer, kegiatan ini juga menjadi simbol diplomasi pertahanan yang semakin kuat antara kedua negara.
Melalui aksi lapangan yang kolaboratif dan penuh presisi, kerja sama militer Indonesia dan Yordania tidak hanya dipertontonkan tetapi juga dibuktikan. Pertunjukan ini menjadi salah satu momen penting dalam kunjungan Raja Abdullah II, sekaligus menegaskan komitmen kedua negara dalam membangun stabilitas dan keamanan kawasan di era ancaman modern.



























