Logo Bloomberg Technoz

Saham AMMN dan BRMS Bebani IHSG

Muhammad Julian Fadli
14 November 2025 13:41

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona positif pada perdagangan Sesi I dengan penguatan 0,15% ke 8.384,43 pada Jumat (14/11/2025).

IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.417,13. Adapun level terendah pada level 8.370 yang sempat terjadi pada perdagangan pagi hari tadi.

Penutupan IHSG Sesi I pada Jumat 14 November 2025 (Bloomberg)

Volume transaksi tercatat mencapai 27,93 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp11,91 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,48 juta kali. Sebanyak 236 saham mengalami kenaikan, dan 401 saham melemah. Sedangkan ada 174 saham tidak bergerak.


Saham–saham infrastruktur, saham properti, dan saham transportasi menjadi pendorong penguatan IHSG. Adapun masing–masing menguat 1,31%, 0,91% dan 0,86%.

Berdasarkan data Bloomberg, penguatan IHSG Sesi I juga tak lepas dari kenaikan sejumlah saham Big Caps terutama saham DSSA dan saham BRPT yang mendukung penuh hijau-nya IHSG secara keseluruhan.