Dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, Astra menerapkan berbagai inisiatif dekarbonisasi yang menghasilkan penghematan energi sebesar 3.136,84 terajoule, pemakaian energi terbarukan sebesar 41.126 terajoule melalui PV surya, biomassa, dan renewable energy certificate (REC), serta penurunan emisi melalui fasilitas methane capture di sektor agribisnis dan pembelian kredit karbon dari Bursa Karbon Indonesia.
Upaya daur ulang dan recovery limbah padat dilakukan dengan menerapkan prinsip ekonomi sirkular, seperti refurbish, remanufacturing, dan recycle. Selain itu, Astra juga memberdayakan masyarakat melalui program Astra Sustainable Forest, yang melibatkan petani lokal dalam pemulihan hutan dengan menanam pohon hutan seperti Suren dan Rasamala, serta komoditas produktif seperti kopi dan alpukat. Hingga 2024, program ini telah mencakup 2.491 hektare area dan menanam 1,28 juta pohon, sekaligus mendukung pengurangan emisi.
Sebagai salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia, Astra memiliki 302 anak perusahaan, ventura bersama, dan entitas asosiasi, didukung lebih dari 190.000 karyawan. Perusahaan ini aktif berkontribusi melalui empat pilar—kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan—serta sembilan yayasan yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan masyarakat secara inklusif. Semangat Astra untuk memberikan kontribusi positif hari ini dan di masa depan sejalan dengan visi Sejahtera Bersama Bangsa dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
(tim)






























