Lonjakan harga saham IMPC juga membuat valuasinya menjadi sangat premium. Price to book value (PBV) dan price to earning ratio (PER) IMPC masing-masing ada di level 52 kali dan 243 kali.
Bandingkan dengan valuasi dari pemain lain di industri sejenis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) misalnya. PBV dan PER CSAP masing-masing berada i kisaran 0,55 kali dan 21,34 kali.
Orang Terkaya Versi Bloomberg
Haryanto Tjiptodihardjo, Direktur Utama PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) kini resmi masuk dalam 10 besar orang terkaya di Indonesia versi Bloomberg Billionaires Index.
Total kekayaan bersihnya tercatat mencapai US$8,15 miliar atau setara Rp127,14 triliun (kurs Rp15.600).
Pengusaha yang dikenal sebagai sosok di balik pertumbuhan bisnis bahan bangunan plastik dan polikarbonat ini telah memimpin Impack Pratama sejak 1997, menjadikannya salah satu perusahaan bahan bangunan terkemuka di Asia Tenggara.
Pundi-pundi kekayaan Haryanto Tjiptodihardjo kian menggelembung seiring melesatnya harga saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) di pasar. Hingga penutupan perdagangan hari ini, saham IMPC ditutup menguat 1,06% ke posisi Rp2.850 per saham dibandingkan penutupan sebelumnya.
Secara akumulatif, saham IMPC telah melonjak 670,27% sepanjang tahun berjalan (year-to-date) dari level terendah tahun ini di Rp282 per saham. Kenaikan fantastis tersebut mendorong kapitalisasi pasar IMPC menembus Rp156,38 triliun. Meski demikian, harga saham IMPC saat ini masih berada di bawah harga perdana penawaran umum (IPO) yang tercatat sebesar Rp3.800 per saham.
Berdasarkan data KSEI, PT Harimas Tunggal Perkasa menggenggam 22,62 miliar saham IMPC atau setara 41,23%, disusul PT Tunggal Jaya Investama yang menguasai 21,45 miliar saham atau 39,10%. Sementara itu, porsi kepemilikan publik tercatat mencapai 19,67%.
Pemilik manfaat akhir dari dua entitas pengendali tersebut adalah Haryanto Tjiptodihardjo, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama IMPC. Di luar kepemilikan melalui perusahaan, Haryanto tercatat secara pribadi memiliki 624,26 juta saham IMPC, atau sekitar 1,13% dari total saham beredar.
(red)

























