Logo Bloomberg Technoz

Ia menambahkan, Danantara ke depan juga berencana berinvestasi di proyek hilirisasi dan waste-to-energy yang menjadi bidang keahlian WIKA.

“Dengan Danantara mulai berinvestasi, pelaksanaan proyeknya diharapkan bisa lebih banyak melibatkan WIKA. Kami optimistis pada 2026 akan terjadi rebound di perolehan kontrak,” ujarnya

Di sisi lain, manajemen WIKA mengakui tahun 2025 menjadi periode yang berat, terutama karena penurunan proyek akibat efisiensi belanja pemerintah. 

“Kami harus akui bahwa 2025 sangat tertekan, terutama di kontrak. Dengan adanya efisiensi APBN, otomatis proyek pemerintah berkurang jauh. Untungnya di semester II ada beberapa penugasan seperti sekolah rakyat dan irigasi yang menambah kontrak di kuartal IV,” ujarnya. 

Dalam paparannya, WIKA menjelaskan strategi pemulihan 2026 akan ditopang tiga pilar transformasi yaitu restrukturisasi utang dan mitigasi kerugian, divestasi aset non-core dan pemulihan SHL, serta peningkatan efisiensi operasional. Perseroan juga berencana memperkuat cash flow dengan pemilihan kontrak yang memiliki margin dan termin pembayaran berkelanjutan (sustain).

“Mulai tahun ini kami lebih selektif dalam memilih proyek, menghindari pekerjaan yang tidak memiliki uang muka. Proyek yang kami ambil memang berkurang jumlahnya, tapi memiliki arus kas yang lebih sehat,” tambahnya. 

Perseroan kini menyiapkan restrukturisasi keuangan tahap kedua, mencakup utang perbankan sekitar Rp19 triliun dan obligasi serta sukuk hampir Rp10 triliun. WIKA menilai dukungan Danantara akan menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

WIKA menargetkan nilai kontrak baru 2026 di atas Rp20 triliun, seiring potensi peningkatan proyek pemerintah dan swasta pada awal tahun depan. 

“Kami melihat akan ada rebound di awal 2026 karena mulai banyak lelang. Restrukturisasi keuangan yang komprehensif diharapkan memperkuat arus kas menghadapi proyek-proyek besar yang kembali bergulir,” imbuh Agung. 

(dhf)

No more pages