Logo Bloomberg Technoz

Namun kalau rupiah melemah lagi, maka target support terdekat adalah Rp 16.700/US$. Penembusan di titik ini berisiko menyeret rupiah ke 16.770-16.800/US$.

Analisis Teknikal Nilai Rupiah Rabu 12 November 2025 (Riset Bloomberg Technoz)

Dolar Lesu

Ruang penguatan rupiah terbuka akibat kelesuan dolar AS. Kemarin, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) melemah 0,13% ke 99,464.

Dollar Index pun resmi melemah lima hari beruntun. Selama lima hari tersebut, indeks ini terpangkas 0,75%.

Dollar Index (Sumber: Bloomberrg)

Laju dolar AS kian terbeban dengan rilis data ketenagakerjaan terbaru. ADP melaporkan, rata-rata perusahaan di Negeri Paman Sam melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 11.250 orang per minggu selama Oktober.

Data ini menjadi penting karena tidak ada rilis resmi dari pemerintah akibat penutupan (shutdown) yang masih berlangsung. Jadi sepertinya pelemahan di pasar tenaga kerja AS kian terkonfirmasi.

Hal ini membuat keyakinan pasar akan penurunan suku bunga acuan lebih lanjut kian besar. Mengutip CME FedWatch, peluang bank sentral Federal Reserve menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,5-3,75% dalam rapat Desember adalah 67,9%. Lebih tinggi ketimbang hari sebelumnya yaitu 62,4%.

Saat suku bunga turun, maka berinvestasi di aset-aset berbasis dolar AS (terutama instrumen berpendapatan tetap) menjadi kurang menguntungkan. Ini membuat dolar AS mengalami tekanan jual sehingga nilai tukarnya melemah.

(aji)

No more pages