Logo Bloomberg Technoz

Jaksa Mulai Penyelidikan Investasi Telkom di GoTo

Dovana Hasiana
10 November 2025 17:10

Gedung Telkom (Dok. IG @telkomindonesia)
Gedung Telkom (Dok. IG @telkomindonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kejaksaan Agung akhirnya mengakui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) sudah membuka penyelidikan dugaan korupsi pada keputusan investasi PT Telkom Indonesia (TLKM) di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Akan tetapi, korps adhyaksa tersebut masih menutup rapat perkembangan penyelidikan tersebut.

"Terkait investasi Telkom ke GoTo masih penyelidikan. Jadi masih tertutup," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna dikutip, Senin (10/11/2025).

Kabar pengusutan dugaan korupsi tersebut terkuak usai kejaksaan mengusut dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi pada 2020-2022. Pada saat itu, penyidik sempat tiba-tiba menggeledah kantor GoTo dan memeriksa sejumlah mantan petinggi startup tersebut; namun belum pernah menjelaskan secara detil apa kaitan GoTo dengan kasus yang merugikan negara Rp1,9 triliun.


Keputusan investasi Telkomsel di Gojek pada 2020 memang sempat mendapatkan sorotan di masyarakat karena besarnya investasi tersebut. Sebagian mempertanyakan apakah aksi korporasi tersebut sudah memperhitungkan mitigasi yang matang dan mengkhawatirkan adanya konflik kepentingan di balik keputusan itu. Bahkan, pada Agustus 2022, Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat sempat melakukan rapat dengar pendapat umum (RDPU) panitia kerja untuk menganalisis aksi korporasi tersebut. 

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Bursa Efek Indonesia Iman Rachman menjelaskan kronologi keputusan investasi itu. Aksi korporasi kedua entitas bermula pada 16 November 2020, di mana Telkomsel melakukan transaksi investasi pada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dalam bentuk convertible bond (CB) tanpa bunga sebesar US$150 juta (atau sekitar Rp2,1 triliun dengan asumsi kurs saat itu) yang akan jatuh tempo pada 16 November 2023. Dalam perjanjiannya, Telkomsel memiliki opsi untuk membeli tambahan saham PT Aplikasi Karya Anak Bangsa sebesar US$300 juta (sekitar Rp4,3 triliun).