Logo Bloomberg Technoz

Kegiatan doa bersama tersebut dihadiri oleh Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Komisaris Independen PT KPI, jajaran Direksi PT KPI, jajaran Komisaris dan Direksi PT KPB, tim manajemen, serta para pekerja di lingkungan Kilang Balikpapan.

Sebagai wujud syukur atas capaian tersebut, perusahaan menyalurkan santunan kepada 11 penerima, meliputi lima tempat ibadah dari lima agama, dua perkumpulan penyandang disabilitas, dua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), satu Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU), dan satu Lembaga Veteran.

Milla menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan proyek RDMP Balikpapan tidak terlepas dari dukungan penuh pemerintah. Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung swasembada energi, memperkuat hilirisasi industri, serta mendorong Pertamina menjadi tulang punggung transformasi energi menuju kemandirian dan keberlanjutan.

“Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap penyelesaian proyek RDMP Balikpapan melalui penetapannya sebagai Proyek Strategis Nasional, dalam mendukung swasembada energi nasional, memperkuat hilirisasi industri, serta memastikan Pertamina menjadi tulang punggung transformasi energi Indonesia menuju kemandirian dan keberlanjutan,” tandasnya.

Milla menambahkan, Proyek RDMP Balikpapan sebagai langkah untuk meningkatkan desain kapasitas kilang dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari, dan akan menghasilkan tambahan produksi gasoline, diesel, avtur, dan LPG yang seluruhnya memenuhi standar emisi setara Euro V. 

"Proyek RDMP juga nantinya akan menghasilkan tambahan kapasitas produksi mencapai 336 ribu ton LPG per tahun, menjadikan kilang Balikpapan sebagai penggerak utama program transisi energi bersih di Indonesia," pungkas Milla.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp514 triliun. Proyek ini juga memiliki TKDN lebih dari 35%, serta telah menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi. 

"Selain memperkuat struktur ekonomi nasional, proyek ini membawa dampak sosial positif melalui pembangunan infrastruktur lokal, pemberdayaan masyarakat, serta program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan," tutup Milla.

(tim)

No more pages