Logo Bloomberg Technoz

Saham TELE dari Rp1.260 Jadi Rp9, Investor Rugi 99%

Muhammad Julian Fadli
10 November 2025 11:28

Ilustrasi jaringan telekomunikasi smartphone. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi jaringan telekomunikasi smartphone. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten distributor voucher dan perangkat telekomunikasi, yang terkenal dengan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk atau Tiphone, PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE) terancam delisting, terdepak dari BEI, usai putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan TELE dalam keadaan pailit.

Sebelumnya, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi menyampaikan pemberitahuan mengenai status kepailitan TELE. Informasi tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor KSEI-26321/JKU/1125 tertanggal 3 November 2025.

Laju Saham TELE Hingga Terendahnya Rp9/Saham (Bloomberg)

Perihal informasi kepailitan PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE), yang merupakan tindak lanjut dari surat yang diterbitkan PT Bank Mega Tbk selaku Wali Amanat atas Obligasi Berkelanjutan I Tiphone Tahap II Tahun 2016 dan Obligasi Berkelanjutan I Tiphone Tahap III Tahun 2017.


Dalam surat bernomor 2658/CAMS-WA/2025 tertanggal 31 Oktober 2025, Bank Mega menyampaikan pemberitahuan terkait kepailitan TELE.

Adapun jauh sebelumnya, berdasarkan pengumuman otoritas Bursa Efek Indonesia tertanggal 27 Desember 2024 perihal Penghentian Sementara Perdagangan Efek PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE), maka, masa suspensi saham TELE telah mencapai 11 bulan pada tanggal 11 November 2025.