“Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara Perdagangan Efek PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE), di Seluruh Pasar sejak Sesi I Call Auction Perdagangan Efek tanggal 27 Desember 2024 hingga pengumuman lebih lanjut,” mengutip bunyi pengumuman resmi tersebut.
Mengingat kegagalan menjalankan kewajiban berdampak pada memburuknya posisi keuangan perseroan. BEI telah mensuspensi saham TELE, yang tengah berdiam diri pada harga Rp9/saham sejak 2024 silam.
Mencermati lebih jauh, harga saham IPO TELE kala itu Rp310/saham yang efektif pencatatan perdana tertanggal 12 Januari 2012, apabila investor masih menyimpan investasinya pada saham TELE semenjak IPO, maka investor masih menderita kerugian di atas kertas sebesar 97%.
Terlebih lagi, harga saham TELE pernah menyentuh puncaknya pada 31 Mei 2017 mencapai harga Rp1.260/saham, maka investor merugi mencapai 99% dari harga tertingginya.
Sebagai gambaran perhitungan, apabila investor berinvestasi Rp1.000.000 pada saham TELE dari harga tertingginya, maka investor tersebut tengah menderita floating loss mencapai Rp990.000. Artinya, nilai investasinya tersisa Rp10.000.
(fad/aji)


























