Dari total 25.375 penerbangan yang dijadwalkan pada Jumat, sekitar 3% dibatalkan hingga pukul 13.00 waktu New York, menurut data perusahaan analitik penerbangan Cirium. Maskapai yang paling terdampak adalah United Airlines, Delta Air Lines, dan American Airlines.
Meski terjadi gangguan, jumlah pembatalan penerbangan kali ini masih tergolong moderat. Berdasarkan data Cirium, Jumat ini menempati peringkat ke-72 dalam jumlah pembatalan sejak Januari 2024.
“Untuk saat ini, kondisinya lebih mirip badai salju atau cuaca buruk ketimbang keruntuhan besar,” ujar analis TD Cowen, Tom Fitzgerald, dalam wawancara dengan Bloomberg Television. “Dampaknya sangat bergantung pada seberapa lama situasi ini berlangsung. Semua maskapai besar akan merasakannya.”
Mantan Gubernur New Hampshire, Chris Sununu, yang kini menjabat sebagai Presiden dan CEO asosiasi industri Airlines for America, memperkirakan pengurangan 10% itu akan menimbulkan kerugian sekitar US$100 juta per hari bagi maskapai.
Maskapai telah terbiasa menghadapi gangguan seperti badai atau gangguan teknis. Kali ini, mereka kemungkinan akan mengurangi kapasitas di rute-rute dengan permintaan rendah. United menyebut pengurangan terutama terjadi pada penerbangan regional dan domestik yang tidak menghubungkan bandara utama mereka.
Pengurangan tidak berlaku untuk penerbangan internasional, menurut perintah darurat yang dikeluarkan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) pada Kamis. Namun, perintah itu melarang peluncuran dan pendaratan kembali wahana antariksa komersial pada jam-jam tertentu mulai Senin depan.
Di Bandara LaGuardia, New York, aktivitas masih berjalan relatif normal hingga pukul 14.15 waktu setempat, dengan 20 penerbangan—termasuk tujuan Oklahoma City dan Boston—dibatalkan. Gangguan di bandara besar lainnya juga masih dapat ditangani, seperti 23 pembatalan di Newark Liberty, 42 di O’Hare Chicago, dan 28 di Los Angeles International Airport. Secara keseluruhan, total pembatalan melebihi 850 penerbangan.
Meski begitu, rasa frustrasi mulai muncul di kalangan penumpang akibat terhentinya pendanaan pemerintah, meski banyak yang tetap menunjukkan empati kepada petugas bandara yang bekerja tanpa gaji.
“Saya salut pada mereka karena tetap datang bekerja,” kata Dede Gonzales, penumpang yang tiba di LaGuardia empat jam sebelum jadwal penerbangan setelah membaca berita pembatalan. “Sungguh menyedihkan mereka harus bekerja tanpa dibayar.”
Departemen Transportasi AS dan FAA sebelumnya mengumumkan pada Rabu bahwa maskapai diwajibkan memangkas 10% kapasitas penerbangan domestik di 40 bandara besar untuk mengurangi tekanan pada sistem penerbangan. Perintah Kamis mengharuskan pengurangan dimulai dengan 4% pada Jumat dan meningkat bertahap hingga mencapai 10% pada akhir pekan depan.
“Saya hanya ingin memastikan orang sampai ke tujuannya dengan selamat,” ujar Duffy kepada CBS News, Jumat. “Jika ada yang mempertanyakan kebijakan ini, saya akan katakan—buka kembali pemerintahan. Kami harus mengambil langkah luar biasa karena situasi ini juga luar biasa.”
Dalam wawancara terpisah di Fox News, Duffy menambahkan bahwa jika kondisi staf membaik, jumlah pengurangan juga bisa dikurangi. “Ini adalah evaluasi dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Empat maskapai besar AS—American, Delta, Southwest, dan United—diperkirakan menjadi yang paling terdampak pada November dan Desember, menurut laporan analis Jefferies, Sheila Kahyaoglu. Pengurangan 10% berarti keempat maskapai harus memangkas kapasitas kursi sekitar 6%.
“Kami masih menjalankan jadwal hampir penuh dan sebagian besar pelanggan tidak akan terdampak,” ujar American Airlines dalam pernyataan, Jumat. Maskapai tersebut memangkas sekitar 220 penerbangan per hari hingga Senin, tetapi tetap melayani semua destinasi yang sama seperti sebelumnya.
Namun, CEO American Airlines, Bob Isom, mengakui dalam wawancara dengan CNBC bahwa pengurangan kapasitas mulai berdampak pada jumlah pemesanan menjelang libur Thanksgiving, salah satu periode perjalanan tersibuk di AS.
United Airlines menyebut sekitar 510 penerbangan dibatalkan antara Jumat hingga Minggu, termasuk 184 pada Jumat. Delta membatalkan sekitar 170 penerbangan, sementara Southwest Airlines menghapus sekitar 120 penerbangan dari jadwal harian.
Menurut perintah FAA, tinjauan terhadap laporan keselamatan sukarela pada Oktober menunjukkan kekhawatiran di kalangan pengguna sistem penerbangan terhadap kinerja sektor tersebut.
Lebih dari 13.000 pengatur lalu lintas udara kini harus bekerja tanpa gaji, menanggung beban emosional dan finansial. Penutupan pemerintahan juga membuat semakin banyak staf FAA dan petugas keamanan bandara (TSA) yang absen karena sakit atau tidak masuk kerja.
(bbn)






























