Logo Bloomberg Technoz

AS Berpotensi Gandakan Pemangkasan Penerbangan Akibat Shutdown

News
08 November 2025 12:00

Para pelancong mengantre di pos pemeriksaan Administrasi Keamanan Transportasi di Bandara Internasional Dallas-Fort Worth. (Sumber: Bloomberg)
Para pelancong mengantre di pos pemeriksaan Administrasi Keamanan Transportasi di Bandara Internasional Dallas-Fort Worth. (Sumber: Bloomberg)

Allyson Versprille, Lucia Kassai, Georgia Hall dan Miranda Davis - Bloomberg News

Bloomberg, Pejabat Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa jumlah pembatalan penerbangan bisa meningkat dua kali lipat jika penutupan pemerintahan (government shutdown) terus berlanjut dan kekurangan staf pengatur lalu lintas udara memburuk. Kondisi ini berpotensi memperparah gangguan perjalanan udara menjelang musim liburan tersibuk di negara tersebut.

Menteri Transportasi AS Sean Duffy mengatakan kepada Fox News, Jumat (8/11), bahwa pihaknya akan terus memantau tekanan pada sistem penerbangan. Jika data menunjukkan tren yang memburuk, rencana pengurangan 10% penerbangan hingga akhir pekan depan bisa meningkat menjadi 15% bahkan 20%.


Dengan ratusan penerbangan yang sudah dikurangi dan lebih banyak lagi akan menyusul, sektor penerbangan menjadi titik panas dalam ketegangan politik berkepanjangan antara Partai Republik dan Demokrat terkait pendanaan pemerintah federal, seiring meningkatnya tekanan dari Presiden Donald Trump untuk mencapai kesepakatan.

Pemerintahan Partai Republik menyatakan bahwa pengurangan ini diperlukan untuk menjaga keselamatan penerbangan di tengah keterbatasan sumber daya akibat kekurangan staf. Namun, sejumlah anggota senior Partai Demokrat di Kongres meminta transparansi lebih untuk memastikan langkah tersebut tidak bermotif politik.