Logo Bloomberg Technoz

Keluh Perempuan Pekerja: Beban Ganda, Cuti Haid Hingga Pelecehan

Merinda Faradianti
06 November 2025 19:00

Aksi menuntut penyelesaian kasus kekerasan terhadap perempuan di Patung Kuda, Senin (25/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Aksi menuntut penyelesaian kasus kekerasan terhadap perempuan di Patung Kuda, Senin (25/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pekerja perempuan sebagai simbol kemajuan jaman tak melulu mendapatkan kesetaraan dalam bekerja. Alih-alih, pekerja perempuan di Indonesia dihadapkan dengan berbagai tantangan signifikan, mulai dari upah rendah, regulasi cuti haid hingga berbagai diskriminasi.

Seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris PSP SPN PT Panarub Industry, Dewi Sumanti, yang menyebut berdasarkan temuan di lapangan buruh perempuan banyak mengalami beban ganda hingga diskriminasi.

Beban ganda yang dimaksud Dewi adalah, buruh perempuan menanggung kewajiban bekerja dan mengurus rumah tangga sekaligus. Hal ini memberikan dampak terhadap kurangnya sumber daya perempuan yang aktif di serikat buruh.


"Salah satu beban pikiran kita selama ini sebagai serikat buruh, semakin hari, semakin berkurang sumber daya kerja perempuan yang mau aktif dalam serikat pekerja. Belum lagi dengan beban-beban dari suami, dari anak, beban ganda," katanya, Kamis (6/11/2025).

"Mereka kalau nggak bisa menjilat pimpinan, nasib mereka nggak tahu seperti apa. Harus baik-baikin pimpinan. Biar bisa bertahan diperpanjang kontrak," ungkap Dewi.