“Dengan pendekatan tersebut, jangan-jangan Projo membonceng dari popularitas Jokowi. Jadi Projo populer karena mendukung Jokowi yang sudah populer,” ujar dia.
Sebelumnya, dalam Pembukaan Kongres III Projo, Budi Arie meminta restu kepada barisan relawan Projo untuk bisa merapat ke partai yang dibesarkan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Menurut dia, manuver itu penting diambil untuk memberikan dukungan penuh terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya," kata Budi Arie, mengutip dari YouTube relawan Projo, Minggu (02/11/2025).
"Enggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum."
Budi Arie dan Projo sendiri sangat identik dengan identitas Presiden ke-7 Jokowi. Bahkan mereka turut membantu Jokowi menumbangkan Prabowo pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019. Mereka berbalik arah usai Jokowi memastikan untuk menyokong putera sulungnya Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres dari Prabowo pada Pemilu 2024.
Kini, Budi Arie yang sudah dicopot Prabowo dari posisi Menteri Koperasi hendak memastikan langkah politik untuk kembali merapat ke pemerintah. Dia pun berniat mengganti lambang kelompok relawan tersebut yang selama ini menampilkan siluet wajah Jokowi agar bisa leluasa bergabung dengan Pemerintah atau Gerindra.
(dov/frg)



























