Logo Bloomberg Technoz

Pakar Soal Projo Gabung ke Gerindra: Budi Arie yang Untung

Dovana Hasiana
05 November 2025 10:40

Prabowo Subianto dan pengurus relawan Jokowi, Projo, Sabtu (14/10/2023) di kediaman Prabowo (Sumber: Tim Media Prabowo)
Prabowo Subianto dan pengurus relawan Jokowi, Projo, Sabtu (14/10/2023) di kediaman Prabowo (Sumber: Tim Media Prabowo)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Peneliti Senior BRIN Lili Romli mengatakan bergabungnya relawan Projo -- pendukung Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), ke Partai Gerindra hanya akan menguntungkan Budi Arie sebagai ketua umum. Terlebih, Budi Arie melakukan manuver untuk bergabung kepada partai milik Prabowo Subianto – yang saat ini menjabat sebagai presiden. 

Dia menilai, banyak pihak yang akan berupaya untuk bergabung dengan partai yang memiliki kedekatan dengan Kepala Negara agar mendapatkan jabatan hingga keuntungan ekonomi lainnya. Lagipula, partai yang dekat dengan Kepala Negara cenderung populer dan disukai publik. Sehingga, terdapat peluang bagi para kadernya untuk menang dalam kontestasi politik. 

“Seperti pepatah, ada gula ada semut. Sebagai partai presiden, yang berpeluang untuk berkuasa kembali, tentu banyak orang, elit, partai, pengusaha, dan relawan untuk bergabung agar nanti dapat insentif dan kompensasi, baik berupa jabatan maupun keuntungan ekonomi,” ujar Lili kepada Bloomberg Technoz, dikutip Selasa (4/11/2025). 


Di sisi lain, Lili menilai Projo belum tentu memberikan keuntungan kepada Partai Gerindra. Terlebih, basis massanya bersifat cair karena tak diikat oleh idealisme. Dalam hal ini, massa bergerak karena dimobilisasi, tetapi bukan atas kesadaran dan kesamaan nilai.

Relawan itu juga bersifat besar hanya karena mengusung Presiden ke–7 Joko Widodo. Kala itu, massa mendukungnya karena memiliki harapan baru bagi Indonesia, meski kemudian akhirnya rakyat kecewa.