Kecelakaan UPS ini juga terjadi di tengah meluasnya gangguan perjalanan udara di seluruh Amerika Serikat yang disebabkan oleh kekurangan petugas pengatur lalu lintas udara. Kekurangan ini merupakan dampak langsung dari penutupan pemerintahan AS (government shutdown) yang telah berlangsung sejak 1 Oktober.
Departemen Kepolisian Metro Louisville melalui platform media sosial X mengatakan bahwa pihaknya, bersama sejumlah lembaga lain, sedang menanggapi laporan kecelakaan pesawat tersebut. Polisi juga menyebut adanya korban luka, namun belum memberikan rincian lebih lanjut.
UPS mengonfirmasi telah menerima laporan mengenai kecelakaan yang melibatkan salah satu pesawatnya. “Tiga awak berada di dalam pesawat,” kata perusahaan pengiriman paket itu dalam pernyataannya. Sementara itu, pihak Boeing Co, yang mengakuisisi McDonnell Douglas pada 1997, belum memberikan komentar.
FAA menyatakan pihaknya bersama National Transportation Safety Board (NTSB) akan melakukan penyelidikan atas insiden ini, dengan NTSB akan memimpin investigasi.
Situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 menunjukkan pesawat berusia 34 tahun itu sempat mencapai kecepatan lepas landas dan naik hingga ketinggian sekitar 53 meter sebelum akhirnya jatuh ke tanah.
(bbn)































