Laporan kuartal III-2025 mencatat pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp5,64 triliun, tumbuh 32% secara tahunan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, pendapatan mencapai Rp15,24 triliun, naik 26% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja ini mencerminkan keberhasilan Blibli memperkuat monetisasi di segmen first-party dan ritel fisik, dengan take rate meningkat dari 6,7% menjadi 8,4%. Efisiensi juga terus terjaga, terlihat dari penurunan rasio beban operasional terhadap TPV menjadi 7,2% dan perbaikan EBITDA sebesar 40 basis poin.
Posisi kas tetap solid dengan net gearing ratio 0,3 kali, menandakan likuiditas yang terkelola baik dan struktur modal yang sehat.
Omnichannel sebagai Diferensiasi dan Akar Lokal
Blibli terus memperluas ekosistem omnichannel sebagai strategi utama. Selama kuartal ketiga 2025, perusahaan menambah 13 gerai elektronik baru sehingga totalnya mencapai 236 toko elektronik, serta mengelola 58 supermarket premium dan 38 home & living experience center di seluruh Indonesia.
Integrasi Dekoruma ke dalam program Blibli Tiket Rewards memperkuat nilai pelanggan lintas ekosistem dan menciptakan loyalitas jangka panjang. Pendekatan ini membangun jaringan ritel modern berbasis teknologi yang memahami kebutuhan konsumen Indonesia dan menjadikannya bagian dari pengalaman belanja yang lebih terpadu.
Model omnichannel ini menjadi bukti bahwa Blibli tidak sekadar meniru pola bisnis global, tetapi menyesuaikannya dengan konteks lokal yang lebih dekat dengan perilaku konsumen Indonesia.
Ketahanan Lokal, Dampak Nasional
Dalam lanskap ekonomi digital yang semakin didominasi asing, keberadaan pemain lokal yang adaptif seperti Blibli menjadi penting bagi kemandirian ekonomi nasional. Ketika perusahaan Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri, dampaknya terasa luas bagi perekonomian domestik, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan rantai pasok dan percepatan digitalisasi sektor perdagangan.
CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menegaskan arah tersebut. “Menutup kuartal ketiga tahun 2025, kinerja kami mencerminkan ketahanan dan kegesitan yang berkelanjutan di tengah lanskap konsumen yang dinamis dan lingkungan ekonomi global yang menantang. Komitmen kami terhadap keunggulan operasional dan disiplin strategis memungkinkan kami mempertahankan momentum kuat dan memberikan nilai bermakna bagi pelanggan serta mitra merek kami,” ujarnya.
Blibli menjadi cerminan bahwa pelaku usaha lokal yang adaptif, efisien, dan berorientasi pada nilai dapat bertahan bahkan berkembang di tengah tekanan ekonomi. Ketahanan seperti ini layak didukung karena tidak hanya menjaga daya saing industri, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Di tengah arus akuisisi dan ekspansi pemain asing, Blibli membuktikan bahwa commerce lokal bisa tetap tumbuh dan berinovasi di tanah sendiri. Ketahanan digital semacam ini menjadi simbol bahwa masa depan ekonomi nasional ada pada kemampuan dan keberanian pelaku lokal untuk terus berinovasi dalam membangun nilai jangka panjang.
(tim)




























