Logo Bloomberg Technoz

Inisiatif ini dirancang menyerupai sentra-sentra vaksinasi COVID-19 yang pernah diselenggarakan. Sentra CKG tidak hanya terbatas pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas.

"Selain puskesmas lah. Kalau sekarang kan hanya bisa di puskesmas. Termasuk di komunitas itu artinya misalnya ada kalau Halodoc [aplikasi] mau buka [pemeriksaan CKG] gitu ya. Ini juga sama lah, sentra CKG lah," kata Setiaji.

Sasaran Perkantoran dan 'Jemput Bola'

Setiaji secara khusus menyebut perkantoran juga menjadi salah satu sasaran perluasan layanan CKG ini. Perusahaan yang memiliki klinik internal, seperti yang dicontohkan Setiaji pada kantor Pertamina, juga dapat menyelenggarakan CKG.
Selain itu, Kemenkes membuka peluang skema "jemput bola" melalui aktivasi komunitas di tempat-tempat keramaian atau acara tertentu.

"Itu, kan yang komunitas itu bisa melakukan aktivasi di tempat-tempat. Dulu misalnya di mall gitu ya, di tempat-tempat yang memang perlu," imbuhnya.

Setiaji menambahkan, meski pemeriksaan CKG saat ini lebih kompleks dibandingkan vaksinasi karena mencakup tes darah dan pemeriksaan lain, program ini tetap dapat diselenggarakan di lokasi non-klinis seperti bandara dengan paket pemeriksaan yang sederhana.

"Kita kan sebenarnya ada paket juga tuh paket yang sederhana gitu ya. Bahkan kemarin di bandara pun juga kita bisa melakukan CKG gitu. Dengan paket yang sederhana," tutup Setiaji, seraya menyebut program perluasan ini sebenarnya sudah mulai dilakukan secara bertahap dan kini didorong untuk lebih masif.

(fik)

No more pages