Logo Bloomberg Technoz

Analis Phillip Sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah, menilai keunggulan BWS terletak pada fondasi yang kuat dan efisiensi operasi yang solid. 

“BWS memiliki skala ekonomi dan operasional yang besar untuk ukuran bank asal Negeri Ginseng yang beroperasi di Indonesia serta didukung dengan permodalan yang kuat,” ujar Edo.

Modal inti (Tier 1) BWS tercatat sebesar Rp11,7 triliun, sementara total modal mencapai Rp12,2 triliun, setara dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 32,3%. Dengan modal inti tersebut, BWS masuk kategori KBMI II, yaitu kelompok bank dengan modal inti Rp6 triliun – Rp14 triliun.

Edo menilai posisi ini memberi ruang luas bagi BWS untuk terus memperkuat ekspansi bisnis di Indonesia. Ia menambahkan, “Struktur permodalan yang kuat menjadi fondasi penting bagi bank untuk memperluas segmen ritel dan UMKM yang menjadi fokus pertumbuhan dalam beberapa tahun ke depan.” tambahnya.

Kredit Tumbuh Stabil, Risiko Terjaga

Dari sisi pembiayaan, total kredit yang diberikan BWS per akhir September 2025 mencapai Rp46,11 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp46,88 triliun pada akhir 2024. Meski pertumbuhan kredit cenderung datar, bank berhasil menjaga kualitas pinjaman dengan baik.

Rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto berada di level 2,35%, sedangkan NPL neto sebesar 1,28%. Hal ini menunjukkan kemampuan manajemen dalam mengendalikan risiko kredit di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun BWS mencapai Rp32,42 triliun pada akhir September 2025, tumbuh 3% secara tahunan dari Rp31,54 triliun tahun sebelumnya. Likuiditas ini didukung oleh pembiayaan sebesar Rp12 triliun, yang sebagian besar berasal dari induk usaha.
BWS juga mencatat total liabilitas sebesar Rp45,9 triliun dan ekuitas Rp13,7 triliun per September 2025, menandakan kondisi keuangan yang sehat dan solid.

Fokus Ekspansi Ritel dan UMKM

Edo menilai bahwa BWS berada di posisi strategis untuk memperkuat bisnis ritel dan UMKM. “Bank Woori Saudara berada pada posisi strategis untuk memperkuat pertumbuhan bisnis ritel dan UMKM, segmen yang menjadi fokus ekspansi,” kata Edo.

“Sinergi dengan Woori Bank Korea memungkinkan transfer teknologi dan praktik manajemen risiko yang lebih maju, serta mempercepat digitalisasi di berbagai lini bisnis.” tambah Edo.

Lebih lanjut Edo menegaskan, “Dengan dukungan induk global dan posisi permodalan yang kuat, BWS memiliki daya tahan tinggi untuk memperluas portofolio kredit berkualitas dan memperkuat basis nasabah digital.”

Pendapatan Stabil di Tengah Tekanan Ekonomi

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Jumat (31/10/2025), pendapatan bunga bersih BWS mencapai Rp1,29 triliun selama sembilan bulan pertama 2025, turun tipis dibandingkan Rp1,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BWS juga berhasil menjaga margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) di level 3,23%, hanya sedikit lebih rendah dari 3,26% pada 2024. Pendapatan non-bunga turut memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja bank.

Laba dari transaksi spot dan derivatif mencapai Rp51,2 miliar, sedangkan pendapatan komisi dan administrasi tercatat sebesar Rp103,8 miliar.

Dengan kinerja yang stabil dan fundamental yang kuat, Bank Woori Saudara (BWS) mempertegas posisinya sebagai bank asal Korea terbesar dan paling solid di Indonesia, sekaligus memperkuat langkah menuju transformasi digital yang berkelanjutan.

(tim)

No more pages