"Kita minta ke perbankan yang terima dana itu jangan Anda kasih ke konglomerat dan nggak boleh beli dolar AS," ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom di Jakarta, baru-baru ini.
Hanya saja, dia tetap menyerahkan sepenuhnya kepada Himbara untuk memilih penyaluran kredit yang dapat menguntungkan bagi perbankan dengan tetap mengikuti prinsip kehati-hatian.
Menurut dia, jika mekanisme penyaluran di sistem perbankan berlangsung hati-hati, dana tersebut akan otomatis menyebar ke berbagai sektor industri, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Hal yang saya jalankan adalah memindahkan uang ke sana harusnya saya gak peduli apa-apa. Saya memakai ekspertis dari sistem perbankan untuk menyalurkan dana itu ke perekonomian tanpa intervensi saya sebetulnya," tutur dia.
(lav)





























