Logo Bloomberg Technoz

Indikasi Pengembalian Investasi Kilang Tuban Rosneft Tak Menarik

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 October 2025 05:00

Kilang minyak PCK Schwedt yang dioperasikan oleh PCK Raffinerie GmbH, anak perusahaan Rosneft Oil Co./Bloomberg-Krisztian Bocsi
Kilang minyak PCK Schwedt yang dioperasikan oleh PCK Raffinerie GmbH, anak perusahaan Rosneft Oil Co./Bloomberg-Krisztian Bocsi

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu membeberkan tingkat pengembalian investasi (IRR) yang rendah menjadi penyebab mandeknya pengerjaan proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban.

Todotua menampik mandeknya keputusan investasi atau final investment decision (FID) proyek kilang itu disebabkan karena sanksi anyar yang diterima perusahaan migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company dari Amerika Serikat.

Menurut Todotua, konsorsium belum sepakat soal hitung-hitungan keekonomian dan tingkat pengembalian investasi proyek.


“Kalau itu menurut saya tidak ada kaitannya dengan sanksi-sanksi Rusia, tetapi lebih kepada strategi keekonomiannya. Ada basis lain IRR yang disepakati dan memang dilihat strategik itunya,” kata Todoua kepada awak media di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

“Bicara hanya murni bisnisnya aja,” tuturnya.