Logo Bloomberg Technoz

Sikap BEI Soal Rumusan Baru Pembobotan MSCI

Recha Tiara Dermawan
28 October 2025 17:25

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan tengah membahas secara internal bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengenai kesiapan infrastruktur data pasar, menyusul rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) menggunakan laporan bulanan pemegang saham (monthly holding composition report) dari KSEI sebagai sumber tambahan dalam memperkirakan free float saham emiten di Indonesia.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 BEI Ignatius Denny Wicaksono mengatakan, koordinasi dengan KSEI dan MSCI diperlukan agar data kepemilikan saham dapat tersaji akurat dan relevan dengan kebutuhan penyedia indeks.

“Semua pihak tentu ingin agar data free float yang tersedia benar-benar mencerminkan likuiditas yang ada. Ini yang sedang kami dorong bersama KSEI agar data tersebut bisa tersedia dengan baik dan rapi, sehingga dalam perhitungan nantinya para index provider tidak bingung,” ujar Denny dalam sesi tanya jawab dengan media, Selasa (28/10/2025).


Denny menambahkan, BEI juga memiliki kepentingan serupa sebagai penyedia indeks di pasar modal. Karena itu, keseragaman standar data antara KSEI dan para penyedia indeks, termasuk MSCI, menjadi penting untuk memastikan konsistensi metodologi.

Sebelumnya, MSCI tengah meminta masukan dari pelaku pasar terkait rencana penggunaan laporan bulanan pemegang saham yang diterbitkan oleh KSEI sebagai sumber tambahan dalam memperkirakan free float saham emiten di Indonesia.