Logo Bloomberg Technoz

Sudah berbagai kesempatan Trump melakukan perpanjangan batas waktu undang-undang yang mewajibkan ByteDance, untuk menjual aplikasi tersebut atau menghadapi larangan di AS.

Dalam upaya kesepakatan penjualan aset TikTok AS Donald Trump sebelumnya menjanjikan tidak akan cawe-cawe atas operasi perusahaan kelak atau tidak akan menggunakan hak istimewanya. Dewan direksi baru juga tidak akan memiliki anggota yang dipilih oleh pemerintah AS, kata pejabat tersebut pada Senin, dilaporkan Bloomberg News.

Diketahui konsorsium investor asal AS telah terbentuk dan bersiap melakukan akuisisi kepemilikan ByteDance Ltd. Konsorsium terdiri dari Oracle Corp., Andreessen Horowitz, dan firma ekuitas swasta Silver Lake Management LLC.  Kesepakatan sementara yang diumumkan pada Senin, 17 Oktober 2025, itu kepemilikan ByteDance akan dikurangi menjadi di bawah 20%.

Pertikaian TikTok milik ByteDance dengan anggota Kongres di Amerika Serikat (AS). (Dok: Bloomberg)

Apabila disetujui oleh Trump dan Xi, transaksi ini akan memungkinkan platform berbagi video tersebut untuk tetap beroperasi di AS dan menghilangkan hambatan dalam hubungan AS-China. 

Jika proses berlanjut maka Oracle tetap menyediakan layanan cloud untuk TikTok di AS, sebuah bisnis yang telah menjadi sumber pendapatan stabil bagi perusahaan berbasis di Austin tersebut.  Oracle adalah mitra lama ByteDance dengan peran yaitu untuk menyimpan data pengguna di AS dan negara lain sebagai bagian dari kemitraan bernilai miliaran dolar AS (disebut TikTok sebagai Project Texas).

Blackstone Inc. sebelumnya memilih menarik diri dari kelompok investor yang ingin mengambil saham TikTok AS. Perusahaan ekuitas swasta ini telah menyerahkan potensi sahamnya di operasi TikTok di AS kepada investor lain dalam konsorsium.

Jual Paksa TikTok AS Demi Keamanan Data?

Trump, yang populer lewat platform TikTok, selama masa kampanye pemilihan Presiden AS mengambil langkah lebih maju terkait kesepakatan penjualan sebagian saham kepada investor Amerika. Saat kepemilikan ByteDance menjadi kurang dari 20% - sebagaimana diwajibkan oleh undang-undang keamanan nasional - maka dapat menghilangkan gangguan dalam hubungan dengan China.

Penekanan divestasi ini adalah menjaga data pengguna Amerika, dengan Oracle Corp. bertugas menyimpan informasi mereka di cloud yang aman dan membantu entitas TikTok yang baru melindungi perangkat lunak rekomendasi aplikasi dari pengaruh asing.

Secara bisnis ByteDance tetap dapat menerima manfaat dari penjualan paksa ini karena akan menerima biaya lisensi atas seluruh pendapatan TikTok AS sebagai imbalan penggunaan algoritma milik perusahaan, ditambah porsi laba sesuai kepemilikan sahamnya, menurut sumber Bloomberg News

ByteDancem yang berbasis di Beijing, diperkirakan bisa mendapatkan 50% atau lebih dari total laba operasi TikTok AS setelah kendali mayoritas beralih ke pemilik baru. Skema pembagian laba ini menjadi babak terbaru dari drama korporasi panjang yang berlangsung lintas pemerintahan AS. Sebelumnya Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang mewajibkan ByteDance melepas kendali atas operasi TikTok di AS kepada investor lokal atau menghadapi penutupan. 

(fik/wep)

No more pages