Logo Bloomberg Technoz

Intip I2C, SUV 7-Seater yang Disebut Bakal Jadi Mobil Nasional

Muhammad Fikri
24 October 2025 14:20

Mobil Indonesian Indigenous Car (I2C) saat pameran otomotif GIIAS 2025 di ICE BSD, Kamis (24/7/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mobil Indonesian Indigenous Car (I2C) saat pameran otomotif GIIAS 2025 di ICE BSD, Kamis (24/7/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, JakartaMenteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang memberi kode keras bahwa mobil nasional yang akan digagas jadi proyek strategis nasional (PSN) sudah pernah ditampilkan di publik. Agus menyebut mobil nasional tersebut pernah mejeng di panggung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) beberapa waktu lalu

Mencermati sinyal Menperin tersebut, perhatian publik tertuju kepada salah satu model yang mencuri perhatian di GIIAS, konsep i2C atau Indigenous Indonesia Car—sebuah langkah ambisius yang diklaim sebagai karya orisinal talenta anak bangsa.

Mobil ini dikembangkan PT Teknologi Militer Indonesia (TMI), perusahaan di bawah Yayasan Kementerian Pertahanan. Kehadiran konsep i2C dalam pameran tersebut mencuri perhatian di tengah gempuran mobil listrik (EV) global, terutama dari China. 

Budi Wuraskito, Advisor Desain TMI, mengatakan I2C bersama dengan produk-produk lain lahir bukan rebadge. “Jadi saya pastikan kami itu bukan rebadge," kata Budi di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, ICE BSD, beberapa waktu lalu.

Budi ingin karya pertama TMI ini diberi nama i2C atau Indigenous Indonesian Car, yang berartimobil asli Indonesia’. 

Mobil Indonesian Indigenous Car (I2C) saat pameran otomotif GIIAS 2025 di ICE BSD, Kamis (24/7/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

“Jadi bukan mobil nasional, karena ada trauma masa lalu, karena ada rebadging dan lainnya. Jadi bilangnya itu Indigenous Indonesian Car," kata dia.

Berbeda dengan proyek mobil nasional di masa lalu yang kerap dicap sebagai rebadge produk asing, TMI menegaskan bahwa i2C dikembangkan dari selembar kertas kosong (from scratch).

Dalam proses pengembangan desain, TMI menggandeng konsultan desain ternama asal Italia, Italdesign. Namun, peran Italdesign disebut sebagai penasihat teknis, sementara desain inti tetap dikerjakan oleh tim desainer Indonesia.

Model konsep i2C ditampilkan dalam bentuk clay model skala 1:1, menampakkan wujud sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) dengan kapasitas 7-penumpang. Pilihan segmen ini sangat strategis, mengingat SUV dan mobil keluarga penumpang banyak mendominasi pasar domestik.

Desain eksterior i2C menonjolkan siluet tegas dan karakter "siap bertualang," dengan sentuhan elemen yang terinspirasi dari filosofi Nusantara. Meskipun masih dalam tahap konsep dan desain, TMI telah mematok target yang agresif untuk masuk ke fase produksi

Versi lengkap mobil konsep i2C dijadwalkan akan diperkenalkan pada pameran otomotif tahun depan (2026), setelah melalui evaluasi dan pengembangan desain lebih lanjut. Target Produksi Massal: Produksi massal dan peluncuran untuk publik luas ditargetkan pada akhir 2027 hingga awal 2028.

Mobil Indonesian Indigenous Car (I2C) saat pameran otomotif GIIAS 2025 di ICE BSD, Kamis (24/7/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Tim pengembang i2C menyatakan menggunakan pendekatan financial engineering sejak tahap sketsa untuk mengoptimalkan biaya produksi. Hal ini bertujuan agar i2C, saat diluncurkan, dapat dibanderol dengan harga yang terjangkau, yaitu di bawah Rp500 juta, menjadikannya sebagai 'mobil rakyat modern' yang dilengkapi fitur canggih seperti sensor dan kecerdasan buatan (AI) untuk pemantauan kondisi kendaraan real-time.

Meskipun beberapa komponen utama seperti baterai dan motor masih mengandalkan vendor global, TMI berupaya memastikan bahwa sistem integrasi, perangkat lunak, dan platform dikembangkan oleh tim I2C sendiri, agar Hak Kekayaan Intelektual (IP) tetap dimiliki Indonesia.