Logo Bloomberg Technoz

Membentuk faksi-faksi yang menantang Xi dengan cara apa pun telah lama menjadi titik apai bagi pemimpin tertinggi China, yang berusaha mengonsolidasikan kekuasaan dan mencegah munculnya klan-klan pesaing. Enam jenderal yang dipecat pernah bertugas di kelompok militer yang kemudian membentuk Komando Wilayah Timur, yang kini bertanggung jawab atas operasi di Taiwan.

"Begitu banyak perwira yang dipecat pernah bekerja sama menunjukkan adanya skandal bersama," kata Neil Thomas, peneliti di Pusat Analisis China, Institut Kebijakan Masyarakat Asia. "Yang masih belum jelas adalah pemicunya: suap, melanggar perintah atau kritik langsung terhadap pemerintahan Xi."

Kementerian Pertahanan China tidak membalas permintaan komentar yang dikirim melalui faks. Tidak jelas seberapa erat keenam pria tersebut bekerja sama selama bertugas di unit-unit yang tumpang tindih, dan apakah mereka tetap berhubungan setelah berpindah posisi.

Selama dekade terakhir, kampanye antikorupsi Xi berusaha membersihkan militer dari korupsi endemik yang ia sebut sebagai ancaman eksistensial bagi partai. Namun, baru pada masa jabatan ketiganya melanggar preseden, pemimpin tertinggi China itu mulai memecat para jenderal yang diangkat di bawah kepemimpinannya—sesuatu yang tidak pernah dilakukan para pendahulunya.

Hal ini menandai pergeseran dari saat Xi memecat beberapa jenderal senior sekitar satu dekade lalu, untuk menyingkirkan basis kekuasaan rival yang terdiri dari orang-orang yang direkrut oleh pemimpin sebelumnya. 

Pemecatan terbaru ini menandai pembersihan terbesar Xi dalam sehari terhadap petinggi militer sejak dia berkuasa lebih dari satu dekade lalu. Kini, menurut perhitungan Bloomberg, setidaknya 14 jenderal dari 79 jenderal yang diangkat di era pemimpin tertinggi China itu resmi dipecat. Daftarnya mencakup dua mantan menteri pertahanan, Wei Fenghe dan Li Shangfu. 

Tangan panjang CMC. (Bloomberg)

Zhang Shengmin, kepala antikorupsi militer, dipromosikan dari anggota menjadi wakil ketua badan militer tertinggi China setelah rapat tertutup selama empat hari dihadiri ratusan pejabat partai. Komisaris politik senior dari Pasukan Roket ini akan menggantikan He sebagai jenderal nomor dua negara tersebut.

Sebelum naik pangkat, enam dari orang yang dipecat—termasuk mantan wakil ketua CMC He Weidong dan mantan komisaris politik Miao Hua—pernah bekerja bersama di awal karier mereka. 

Antara 1970-an dan awal 2000-an, He dan Miao sama-sama bertugas di Angkatan Darat Grup ke-31 yang bermarkas di kota pelabuhan Xiamen, Fujian. Qin Shutong, mantan komisaris politik Angkatan Darat dan Lin Xiangyang, mantan komandan Komando Wilayah Timur, ditempatkan di unit yang sama hingga 2010-an. 

Provinsi timur yang menghadap Taiwan itu menjadi batu loncatan karier politik Xi. Sejak itu, pemimpin China tersebut mengangkat beberapa mantan rekannya dari era tersebut ke posisi kekuasaan. Miao dan He dianggap sebagai bagian dari kelompok tersebut, hingga kehilangan jabatan mereka.

Sejarah bersama para jenderal tersebut menunjukkan mereka mungkin tertangkap basah membentuk kelompok sendiri, kata James Char, asisten profesor di Universitas Teknologi Nanyang, Singapura. "Itu jelas tabu secara politis bagi panglima tertinggi," bebernya. "Hanya pemimpin tertinggi yang dapat menikmati hak istimewa ini."

Xi juga tampaknya mengubah strategi dengan menyingkirkan komandan wilayah seperti Lin. He Weidong juga pernah menjabat sebagai Komandan Wilayah Timur sebelum menjadi wakil ketua militer.

Serangan PLA ke wilayah udara Taiwan tetap tinggi meski ada investigasi. (Bloomberg)

Menurut Char, dampak pembersihan terhadap operasi militer tersebut kemungkinan besar hanya singkat. "Akan selalu ada perwira muda dan profesional yang siap menggantikan," paparnya, seraya menambahkan bahwa komando tinggi PLA memiliki "kader yang solid."

Secara publik, hampir tidak ada tanda-tanda bahwa operasi China di sekitar Taiwan terdampak. Serangan harian PLA di Selat Taiwan tetap tinggi sejak Maret, saat mantan Komandan Wilayah Timur Lin terakhir kali terlihat di depan umum.

"Secara umum, serangkaian penyingkiran ini menunjukkan bahwa Xi belum cukup yakin dengan kemampuan PLA untuk tidak menciptakan banyak kekacauan dan ketidakpastian pada pasukan," kata Eric Hundman, direktur riset di konsultan BluePath Labs.

(bbn)

No more pages