“Menurut saya ini bukan bullying ya, lebih berat ke masalah etis. Biar nanti tim etis yang menentukan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Kemenkes akan berkoordinasi dengan Universitas Udayana untuk memastikan penanganan kasus ini berjalan transparan dan sesuai kode etik. Pemerintah juga akan memberikan dukungan psikologis bagi pihak-pihak yang terdampak.
Kasus ini mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan di media sosial yang diduga berisi ejekan terhadap kematian mahasiswa kedokteran Unud, Timothy. Unggahan tersebut memicu kemarahan dan keprihatinan publik.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan kultur senioritas dan tekanan sosial dalam lingkungan pendidikan kedokteran. Banyak kalangan mendesak agar lembaga pendidikan kesehatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan mahasiswa koas.
Klarifikasi Universitas Udayana (Unud) Denpasar
Universitas Udayana (Unud) Denpasar mengeluarkan klarifikasi resmi menyusul beredarnya tangkapan layar percakapan di media sosial terkait dugaan ucapan nir-empati terhadap seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang meninggal dunia bernama Timothy.
Dalam klarifikasi yang dikutip Selasa (21/10/2025), menegaskan bahwa isi percakapan tersebut terjadi setelah almarhum meninggal, dan bukan merupakan pemicu mahasiswa tersebut menjatuhkan diri dari lantai atas gedung FISIP.
“Dapat dipastikan bahwa isi percakapan tersebut terjadi setelah almarhum meninggal dunia, bukan sebelum peristiwa yang menimpa almarhum. Dengan demikian, ucapan nir-empati yang beredar di media sosial tidak berkaitan atau menjadi penyebab almarhum menjatuhkan diri dari lantai atas gedung FISIP,” demikian bunyi poin 1 dan 2 dalam keterangan resmi Unud.
(dec/spt)





























