Logo Bloomberg Technoz

Kesepakatan ini akan dimulai dengan investasi awal lebih dari US$1 miliar dari masing-masing pihak dalam enam bulan ke depan untuk sejumlah proyek awal. Beberapa proyek tambahan akan dikembangkan di kedua negara, termasuk satu proyek bersama Jepang, kata Albanese. Namun, dokumen tersebut tidak merinci entitas yang akan menyalurkan pembiayaan itu.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Pentagon akan membantu mendanai pembangunan kilang galium berkapasitas 100 metrik ton per tahun di Australia Barat. Sementara itu, Export-Import Bank of the United States akan menerbitkan surat minat pembiayaan senilai lebih dari US$2,2 miliar untuk proyek mineral kritis.

Kunjungan Albanese ke Gedung Putih—yang pertama sejak Trump kembali berkuasa—menjadi bagian dari upayanya memperkuat hubungan dengan AS, dengan memanfaatkan kekayaan Australia akan mineral kritis sebagai daya tawar. Langkah China yang memberlakukan pembatasan ekspor logam tanah jarang dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya telah mengguncang ekonomi global. Menteri Keuangan AS Scott Bessent pekan lalu menyebut bahwa negara-negara sekutu, termasuk Australia, sedang membahas respons bersama.

Australia, yang memiliki cadangan logam tanah jarang terbesar keempat di dunia, berupaya memposisikan diri sebagai alternatif bagi pasokan dari China—terutama untuk industri semikonduktor, teknologi pertahanan, energi terbarukan, dan sektor lainnya. Lynas Rare Earths Ltd, perusahaan asal Australia, merupakan satu-satunya produsen logam tanah jarang berat di luar China.

Negara-negara dengan cadangan logam tanah jarang terbesar. (Sumber: Bloomberg)

Upaya meraih kesepakatan ini telah berlangsung sebelum kunjungan Albanese. Lebih dari selusin perusahaan tambang Australia bertemu dengan sejumlah pejabat di Washington bulan lalu dan mendapatkan informasi bahwa AS tengah mencari cara untuk memperoleh saham strategis di perusahaan tambang, menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari strategi AS untuk memperkuat rantai pasok dan menyaingi dominasi China.

Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers juga bertemu dengan sejumlah investor besar AS—termasuk Blackstone Inc dan Blue Owl Capital—di New York pekan lalu untuk mempromosikan Australia sebagai destinasi investasi yang stabil, kaya sumber daya, dan mitra kunci dalam diversifikasi rantai pasok global.

Keyakinan bahwa AS dan Australia akan memperkuat kerja sama dalam pasokan logam tanah jarang telah meningkatkan optimisme investor, dengan saham perusahaan tambang seperti Lynas melonjak lebih dari 150% dalam 12 bulan terakhir.

Penjualan Kapal Selam

Trump mengatakan kedua pemimpin juga membahas “perdagangan, kapal selam, dan berbagai peralatan militer lainnya,” dengan isu keamanan nasional menjadi agenda utama. Presiden AS itu mendesak Canberra untuk menaikkan belanja pertahanannya menjadi 3,5% dari produk domestik bruto (PDB) dari level saat ini sekitar 2%, meski Australia belum menyetujui permintaan tersebut.

Australia sepakat membeli drone bawah laut senilai US$1,2 miliar dan menerima pengiriman awal helikopter Apache dalam kesepakatan terpisah senilai US$2,6 miliar, menurut Gedung Putih.

Isu penting lainnya adalah kesepakatan dalam kerangka pakta Aukus, di mana AS akan menjual hingga lima kapal selam bertenaga nuklir kelas Virginia kepada Australia pada awal 2030-an. Selanjutnya, Australia dan Inggris akan bersama-sama merancang kapal selam generasi berikutnya yang sebagian menggunakan teknologi Amerika Serikat, yang ditargetkan selesai pada 2040-an.

Perjanjian Aukus, yang ditandatangani pada masa pemerintahan Joe Biden pada 2021, bertujuan menghadapi ekspansi militer China di kawasan Indo-Pasifik. Namun, pemerintahan Trump kini tengah meninjau ulang perjanjian tersebut untuk memastikan kesesuaiannya dengan “agenda America First,” menurut Pentagon—menimbulkan kekhawatiran bahwa Trump mungkin akan menarik diri dari kesepakatan itu.

Meski demikian, pejabat Australia dan Inggris meremehkan kekhawatiran tersebut. Trump pada Senin memberi sinyal bahwa ia berencana melanjutkan penjualan kapal selam.

“Kami sedang melakukannya,” kata Trump saat ditanya soal percepatan penjualan. “Kami memiliki kapal selam terbaik di dunia, dan kami sedang membangun beberapa lagi saat ini. Semua sudah siap bersama Anthony.”

Trump juga memuji kerja sama militer kedua negara.

Namun, presiden AS itu tampak enggan memberikan keringanan tarif bagi Australia—yang selama ini berusaha menghapus bea masuk atas sejumlah produk ekspornya. Trump menerapkan tarif dasar sebesar 10% terhadap barang-barang Australia, serupa dengan tarif terhadap banyak negara lainnya.

“Australia membayar tarif yang sangat rendah — sangat, sangat rendah,” kata Trump.

Albanese kini menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan hubungan dagang kedua negara. Di sisi lain, ia juga berupaya mempererat hubungan ekonomi dengan China, mitra dagang terbesar Australia. Ia bahkan telah dua kali mengunjungi Beijing sejak menjabat, dengan kunjungan terakhir pada Juli lalu.

(bbn)

No more pages