Laporan IMF mencatat bahwa periode pinjaman murah antara krisis keuangan global dan pandemi Covid-19 telah berakhir, di mana biaya pelunasan utang sudah membebani anggaran.
"Suku bunga telah meningkat secara signifikan di pasar global, dan arah ke depannya sangat tidak pasti," bunyi laporan tersebut.
IMF menambahkan bahwa "sebagian besar" belanja publik dialokasikan untuk membayar gaji, dengan rata-rata 25% pengeluaran di negara-negara maju dan 28% di negara-negara berkembang.
"Pengeluaran untuk pensiun, pendidikan, dan kesehatan, serta gaji cenderung persisten," jelas IMF dalam laporan tersebut.
(bbn)
No more pages































