Sehari sebelumnya, Kamis (9/10/2025), nilai transaksi saham CBRE mencapai Rp443,76 miliar. Volume transaksi sebesar 250,45 juta saham.
Pada Rabu (8/10/2025), nilai transaksi saham CBRE bahkan mencapai Rp1,13 triliun, dengan volume transaksi 642,02 juta saham.
Nilai transaksi di hari itu menjadi yang tertinggi dalam sejarah CBRE di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga juga cetak rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH) di Rp1.800/saham.
Nilai transaksi itu berbeda jauh dibanding periode sebelumnya. Misal, pada periode Agustus-September, ketika nilai transaksi saham CBRE paling tinggi hanya menyentuh angka Rp6,71 miliar.
Sejalan dengan kenaikan harga, market cap CBRE saat ini mencapai lebih dari Rp6 triliun, dari yang sebelumnya hanya di kisaran puluhan hingga ratusan miliar.
Jumlah pemegang saham, khususnya publik, juga bertambah. Berdasarkan data BEI per 7 Oktober 2025, pemegang saham CBRE mencapai 22.428 pihak, 14.997 pihak lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya, 7.431 pihak.
Nama investor kondang Andry Hakim disebut-sebut menjadi salah satu yang terus mengakumulasi saham CBRE. Ia juga dikaitkan dengan transaksi negosiasi saham CBRE senilai Rp200 miliar.
Sejauh ini, nama Andry Hakim belum muncul sebagai pemegang saham di atas 5%, dalam daftar pemegang saham berdasarkan data KSEI per 9 Oktober 2025.
Namun, melalui podcast Leon Hartono, Andry Hakim membenarkan bahwa dirinya sedang melakukan aksi akumulasi saham CBRE dengan jumlah yang semakin mendekati 5%.
(red)


























