Langkah ini menandai berakhirnya era Bata sebagai produsen alas kaki domestik utama di Indonesia, meskipun merek tersebut telah lama menjadi ikon di pasar ritel.
Meski demikian, penghentian produksi ini tidak serta merta menghilangkan merek Bata dari Indonesia. Perusahaan masih akan menjalankan bisnisnya. Berdasarkan dokumen RUPSLB, penarikan diri dari kegiatan usaha produksi lebih mengarah pada penyesuaian model bisnis dan fokus ke depan.
Keputusan BATA untuk keluar dari ranah industri manufaktur alas kaki hadir di tengah tantangan berat yang dihadapi oleh sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) domestik, termasuk persaingan dari produk impor yang marak. Pasar alas kaki Indonesia sendiri didominasi oleh peritel dan distributor besar, bukan lagi murni oleh produsen lokal.
(fik/spt)




























