KPI Tuntaskan 11 Proyek Kilang, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus memperkuat kapasitas dan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menjamin ketersediaan produk hasil produksi dalam negeri.
"Tantangan kebutuhan energi semakin meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, Pertamina juga berupaya untuk meningkatkan kemampuan produksinya dengan berbagai strategi," ujar Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani
Milla Suciyani menyampaikan bahwa sepanjang 2019 hingga 2024, Pertamina bersama KPI telah menuntaskan sedikitnya 11 proyek di lingkungan kilang strategis yang tersebar di lima lokasi, yaitu Kilang Cilacap, Balongan, Balikpapan, Dumai, serta Kilang PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban.
“Proyek-proyek ini merupakan langkah KPI yang telah direncanakan dan terus dilaksanakan untuk menjawab tantangan di industri migas nasional. KPI harus mampu menghadirkan produk BBM untuk masyarakat dengan meningkatkan kapasitas produksi, melakukan efisiensi operasional dan transisi menuju energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan,” imbuh Milla.
Milla menjelaskan, rangkaian 11 proyek tersebut dimulai dari Kilang Cilacap, dengan dua proyek utama yang berhasil diselesaikan. Pertama, proyek Blue Sky Cilacap yang mulai beroperasi pada Agustus 2019 berhasil meningkatkan produksi Gasoline RON 92 dari 23 ribu menjadi 53 ribu barel per hari, sekaligus meningkatkan kualitas BBM dari setara Euro 2 menjadi Euro 5.
Selanjutnya, pada Februari 2022, Kilang Cilacap kembali mencatat capaian penting melalui beroperasinya Green Refinery Cilacap Phase 1, yang menjadi tonggak awal pengolahan bahan bakar berbasis bahan nabati di KPI. Proyek ini memproduksi Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) berkapasitas 3 kbpd dengan bahan baku RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil). Kilang tersebut juga memproduksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat ramah lingkungan melalui metode co-processing sebesar 9 kbpd, dengan bahan baku RBDPKO (Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil) dan minyak jelantah.
"Green Refinery Cilacap menjadi langkah penting KPI dalam menjawab tantangan transisi energi. Dari unit ini, KPI mampu memproduksi gasoil yang 100% dari nabati yang dikenal dari Pertamina RD. Selain itu, dari unit ini juga mampu menghasilkan bahan bakar pesawat masa depan PertaminaSAF," imbuh Milla.
Kilang Balongan, yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi Ibu Kota, turut menjadi fokus pengembangan KPI. Sepanjang 2022, aktivitas di kilang ini tercatat paling intensif dengan dua proyek besar yang mulai beroperasi pada Mei 2022. Pertama, proyek Ultra Low Sulfur Diesel (ULSD) dengan kapasitas produksi 15 ribu barel per hari dan kadar sulfur maksimal 10 ppm. Kedua, proyek Revitalisasi Residual Catalytic Cracking (RCC) yang meningkatkan kapasitas produksi dari 63 ribu menjadi 83 ribu barel per hari.
Unit RCC berfungsi mengonversi residu menjadi produk bernilai tinggi seperti LPG, propylene, dan polygasoline, yang turut memperkuat industri petrokimia nasional. Selain itu, pada Juni 2022, KPI juga berhasil meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah di Kilang Balongan dari 125 ribu menjadi 150 ribu barel per hari.





























