Lantas, disetujuinya ETF Bitcoin dan Ethereum (ETH) di pasar spot Amerika Serikat (AS), makin mengukuhkan dominasi BTC. ETF BlackRock dan Grayscale telah mendorong arus masuk institusional, dengan kas perusahaan dan cadangan devisa negara semakin banyak dialokasikan ke Bitcoin, sebagaimana dijelaskan dalam laporan tengah tahun Coinpaper. Permintaan struktural ini menggarisbawahi kematangan BTC sebagai aset keuangan, meskipun juga menimbulkan pertanyaan terkait kemampuannya untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah pengawasan regulasi dan tantangan ekonomi makro.
Altcoin yang Berpotensi Cuan
Walau Bitcoin menjadi jangkar pasar, altcoin dinilai makin populer sebagai utilitas khusus dan pendorong inovasi. Misalnya, ETH atau mata uang kripto terbesar kedua dengan market cap US$289,95 miliar (Rp4.804 triliun), telah mengalami kenaikan 36% secara year to date (ytd), didorong oleh arus masuk ETF dan adopsi institusional, menurut Grayscale Research Insights.
Upgrade Ethereum 2.0 dan pengesahan Undang Guiding and Establishing National Innovation fo US Stablecoins atau GENIUS Act AS yang mengatur stablecoin — aset kripto yang nilainya stabil karena didukung oleh aset tertentu — sudah memperkuat perannya dalam keuangan terdesentralisasi (decentralized finance/DeFi) dan pembayaran lintas batas, sebagaimana dibahas dalam analisis LinkedIn tentang tren kapitalisasi pasar 2025.
Selanjutnya, Solana (SOL) dengan kapitaliasi pasar US$75,98 miliar (setara Rp1.258 trilin) telah muncul sebagai pemimpin skalabilitas, mendukung pertumbuhan DeFi lewat transaksi berkecepatan tinggi dan biaya rendah, sebagaimana ditunjukkan dalam peringkat Analytics Insight.
Terdapat pula Cardano (ADA) dan XRP (XRP), masing-masing dengan nilai US$24,51 miliar dan US$ 127,47 miliar, pun makin menguat dengan peningkatan kontrak pintar (smart contract) ADA dan solusi pembayaran lintas batas XRP yang memenuhi permintaan ceruk pasar (niche market), menurut data Analytics Insight.
Berdasarkan data dari Analytics Insight, koin meme (memecoins) seperti Dogecoin (DOGE) mempertahankan kapitalisasi pasar sebesar US$25,69 miliar. Hal ini didorong oleh spekulasi ritel dan momentum media sosial.
Di samping itu, struktur pasar makin dicirikan oleh profil risiko atau imbalan yang asimetris. Contohnya, rasio ETH atau BTC telah mulai pulih dari tren turun selama 2,5 tahun, mendekati level resistensi kunci yang dapat memicu reli altcoin lebih luas, menurut prospek pasar Coinbase.
Demikian pula rasio dominasi open interest—jumlah total kontrak berjangka yang belum diselesaikan atau masih berjalan di pelbagai pasar berjangka kripto—altcoin tetap di atas 1,4, yang dicatat dalam laporan tengah tahun Coinpaper. Metrik ini menyoroti potensi imbal hasil yang disebut sangat besar pada alternatif koin digital selain Bitcoin, tetapi juga menggarisbawahi risiko posisi yang terlalu banyak memakai penggunaan dana pinjaman untuk meningkatkan potensi keuntungan dari perdagangan aset kripto (leverage) dan perubahan regulasi.
(far/wep)































