Ini membuat Dollar Index genap menguat dua hari beruntun. Dollar Index pun berada di posisi tertinggi dalam sepekan terakhir.
Pagi ini, indeks tersebut juga masih menghijau. Pada pukul 09:11 WIB, Dollar Index naik 0,08% ke 98,188.
Keperkasaan dolar AS berlanjut meski ada sentimen negatif yaitu penutupan sementara (shutdown) pemerintahan. Shutdown pemerintahan Presiden Donald Trump kini sudah memasuki hari ke-7.
Negosiasi antara Partai Republik dan Partai Demokrat pun belum menemukan titik terang. Terbaru, Pemimpin Partai Demokrat di Senat Chuck Schumer membantah klaim Trump bahwa pembicaraan masih berlangsung. Menurut Schumer, yang ada adalah jalan buntu.
Makin lama shutdown berlangsung, maka semestinya makin menjadi sentimen negatif bagi dolar AS. Pasalnya, pemerintahan yang berjalan seadanya membuat daya dorong ke perekonomian menjadi sangat terbatas. Ekonomi Negeri Adikuasa sulit dipacu lebih cepat.
Dolar AS pun bisa kehilangan statusnya sebagai aset yang dipandang aman (safe haven asset). Kini posisi tersebut kian tergerus oleh emas.
“Kami melihat ada perpindahan aset substansial meninggalkan dolar AS. Investor melakukan dedolarisasi atau menekan risiko akibat dolar AS dalam portofolio mereka,” ungkap Ken Griffin dari Citadel, seperti dinukil dari Bloomberg News.
(aji)



























