Apabila Hamas menolak untuk menyerah, rencana tersebut — yang minim rincian — menyerukan agar langkah-langkah itu tetap dilanjutkan di wilayah Jalur Gaza yang telah dibersihkan dari pasukan kelompok itu.
Apa yang ditawarkan rencana ini kepada orang Israel?
Rencana lengkap menyerukan pengembalian cepat semua sandera yang masih ditahan Hamas sejak kelompok itu memulai perang dengan menyerang Israel dari Gaza pada 7 Oktober 2023. Dari 48 sandera yang tersisa, sekitar 20 diyakini masih hidup. Rencana tersebut menyerukan agar Gaza didemiliterisasi di bawah pengawasan pemantau independen dengan tujuan memastikan wilayah itu tidak dapat lagi menjadi ancaman bagi Israel di masa depan.
Apa yang dijanjikan rencana ini kepada warga Palestina di Gaza?
Dalam jangka terdekat, rencana ini menjanjikan diakhirinya operasi militer Israel yang telah menghancurkan infrastruktur Gaza dan menewaskan lebih dari 66.000 orang, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di sana. “Bantuan penuh” akan dikirim “segera” ke Gaza, sebagian wilayahnya mengalami kelaparan menurut pemantau yang didukung PBB. Setelah sandera dibebaskan dari Gaza, Israel seharusnya membebaskan sekitar 1.700 warga Gaza yang ditahan setelah serangan 7 Oktober.
Lebih jauh lagi, rencana ini menjanjikan bahwa Gaza akan dibangun kembali untuk kepentingan rakyatnya. Ada jaminan bahwa Israel tidak akan menduduki atau mencaplok wilayah tersebut, dan sebaliknya pasukan Israel akan secara bertahap ditarik. Ada juga janji bahwa tidak ada warga Gaza yang akan dipaksa meninggalkan wilayah tersebut, dan mereka bebas melakukannya jika memilih — serta bebas untuk kembali.
Awal tahun ini, Trump memicu kekhawatiran dengan menyarankan agar pemerintah AS mengambil alih Jalur Gaza yang dikosongkan penduduknya dan menjadikannya resor.
Apa yang seharusnya terjadi pada Hamas dan para anggotanya menurut rencana ini?
Dalam versi paling ambisius, Hamas — yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS dan Uni Eropa — akan setuju untuk tidak memiliki peran dalam pemerintahan Gaza “secara langsung, tidak langsung, atau dalam bentuk apa pun.” Setelah semua sandera dikembalikan ke Israel, anggota kelompok tersebut akan diberikan amnesti jika mereka berkomitmen pada hidup berdampingan secara damai dan melucuti senjata mereka.
Mereka yang ingin meninggalkan Gaza akan diberikan jalur aman menuju negara lain. Rencana tersebut menyerukan agar “mitra regional” memberikan “jaminan” bahwa Hamas mematuhi kewajiban-kewajiban ini.
Siapa yang dimaksud untuk mengamankan perdamaian di Gaza?
Rencana ini menyerukan agar AS bekerja sama dengan negara-negara Arab dan mitra lainnya untuk membentuk sesuatu yang disebut Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), yang dimaksudkan untuk segera dikerahkan di Gaza.
Idemya adalah agar militer Israel secara bertahap menyerahkan wilayah yang dikuasainya di Gaza kepada ISF berdasarkan kerangka waktu yang masih harus dirumuskan. Rencana tersebut menyerukan agar pasukan Israel tetap berada di sepanjang perimeter Gaza hingga wilayah tersebut “benar-benar aman dari ancaman teror yang muncul kembali.”
ISF ditugaskan untuk melatih dan mendukung pasukan kepolisian lokal baru di Gaza, yang dimaksudkan untuk menangani keamanan internal wilayah tersebut dalam jangka panjang.
Siapa yang akan memerintah Gaza berdasarkan rencana ini?
Rencana ini menyerukan pembentukan komite sementara untuk menjalankan layanan publik dan pemerintahan kota di Gaza, yang terdiri dari teknokrat Palestina dan internasional. Komite ini akan diawasi oleh dewan internasional, yang mencakup mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan dipimpin oleh Trump. Dewan ini juga dimaksudkan untuk “menetapkan kerangka kerja dan menangani pendanaan pembangunan kembali Gaza,” meskipun tidak ada rincian lebih lanjut.
Apakah rencana ini menawarkan jalur menuju negara Palestina?
Rencana ini mengakui bahwa kenegaraan adalah aspirasi rakyat Palestina dan menyatakan kemungkinan bahwa seiring waktu, kondisi dapat menciptakan “jalur yang kredibel” untuk mencapainya.
(bbn)





























