Logo Bloomberg Technoz

Obligasi pemerintah AS (Treasury) menguat di seluruh tenor pada Rabu. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun dua basis poin menjadi sekitar 4,08%. Indeks dolar naik 0,1%, mencatat kenaikan pertama dalam empat hari terakhir.

Di Asia, data penting yang akan dirilis antara lain indeks manajer pembelian (PMI) S&P Global untuk Australia dan Singapura, serta tingkat pengangguran Jepang. Gubernur bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda dijadwalkan menyampaikan pidato di Osaka. Pasar di China dan Korea Selatan libur.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperkirakan adanya “terobosan besar” dalam putaran negosiasi perdagangan berikutnya dengan China. Pernyataan ini muncul di tengah langkah pemerintahan Trump memberikan dukungan bagi petani AS yang terdampak penurunan pembelian produk pertanian oleh China.

Pelaku pasar juga menghadapi keterbatasan data ekonomi setelah rilis klaim pengangguran mingguan ditunda akibat penutupan pemerintahan. Data dari firma outplacement Challenger, Gray & Christmas menunjukkan perusahaan-perusahaan AS menurunkan rencana perekrutan pada September, meski pemangkasan tenaga kerja (PHK) juga berkurang.

Data ketenagakerjaan non-pertanian (nonfarm payrolls) dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang seharusnya dirilis Jumat kemungkinan juga tertunda.

“Jika penutupan berlangsung singkat dan hanya menunda laporan beberapa hari, dampaknya tidak signifikan. Namun bila berlarut hingga mengancam rilis data inflasi pertengahan bulan, The Fed bisa saja menunda pemangkasan suku bunga pada pertemuan akhir Oktober,” kata Joe Mazzola, kepala strategi perdagangan dan derivatif di Charles Schwab Corp. “Ada tanda-tanda kebuntuan ini bisa panjang, dengan Menteri Keuangan Scott Bessent memperingatkan bahwa penutupan berkepanjangan bisa merugikan pertumbuhan ekonomi AS.”

Pasar uang masih hampir sepenuhnya memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga seperempat poin pada akhir bulan ini, dan kemungkinan melakukan pemangkasan lagi pada Desember untuk mendukung pasar tenaga kerja.

“Kalau kita lihat lebih dalam pada data pasar tenaga kerja, ini bukan sekadar cerita struktural AI atau rendahnya imigrasi. Ada juga pelemahan siklus permintaan. Bagian paling jelas dari teka-teki ini adalah pertumbuhan upah yang masih lemah di AS,” ujar Kim Crawford, manajer portofolio global di JPMorgan Asset Management kepada Bloomberg Television.

Di pasar komoditas, reli emas mereda setelah mencapai rekor baru, sementara harga minyak turun untuk hari keempat berturut-turut. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh di bawah US$61 per barel, level terendah dalam empat bulan terakhir, seiring meningkatnya ekspektasi OPEC+ akan mengembalikan pasokan yang tertahan sehingga memicu kekhawatiran kelebihan suplai global.

(bbn)

No more pages